Disdikbud Kalbar Atasi Kekurangan Guru di Sanggau, SMK Jadi Perhatian
SANGGAU, insidepontianak.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat terus berupaya mengatasi kekurangan guru di Kabupaten Sanggau, terutama pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Plt. Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri mengungkapkan, persoalan kekurangan guru di Sanggau tak terlepas dari sejarah pengalihan pengelolaan SMA/SMK dari pemerintah kabupaten ke pemerintah provinsi pada 2017.
“Ketika SMA dialihkan menjadi kewenangan provinsi, jumlah guru yang ada memang sudah kurang,” kata Faisal, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut kemudian coba diatasi Pemprov Kalbar melalui pengadaan dan penambahan tenaga pendidik dalam beberapa tahun terakhir.
Ia mengatakan, penambahan guru dilakukan secara bertahap sejak 2021 hingga 2024. Jumlah penambahan paling besar terjadi pada 2023.
“Paling besar di 2023, kita menambah guru sampai 3.039 orang,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, Faisal menyebutkan, Sanggau mendapat porsi yang cukup besar, sekitar 10 persen. Alokasi guru dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, termasuk sejumlah sekolah baru yang didirikan di wilayah tersebut.
“Di Sanggau juga banyak sekolah yang kita dirikan baru, sehingga perlu dukungan guru,” jelasnya.
Meski demikian, ia tak menampik, persoalan kekurangan guru di Sanggau belum sepenuhnya selesai, khususnya di kawasan perbatasan seperti Kecamatan Entikong.
Faisal mengatakan, kebutuhan guru di Entikong paling terasa pada jenjang SMK. Kekurangan tersebut terutama terjadi pada guru produktif, yakni guru yang mengajar mata pelajaran khusus sesuai kompetensi keahlian.
Di antaranya, guru untuk kompetensi Agribisnis pada SMK yang memiliki jurusan pertanian. Kemudian, guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
“Di SMK, kekurangannya masih cukup signifikan, terutama guru produktif,” ungkapnya.
Guru produktif, kata dia, memang menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan tenaga pendidik dengan kompetensi yang spesifik sesuai jurusan yang tersedia di sekolah.
“Guru produktif ini mengajar mata pelajaran khusus kejuruan. Itu yang agak sulit,” katanya.
Sementara untuk jenjang SMA di Entikong, kebutuhan guru mata pelajaran umum relatif lebih terpenuhi. Beberapa mata pelajaran masih mengalami kekurangan satu hingga dua guru, namun tidak sebesar persoalan di SMK.
“Kalau di SMA, guru-guru umum relatif tercukupi, walaupun masih ada kekurangan satu atau dua orang,” tuturnya.
Faisal memastikan, Disdikbud Kalbar akan terus melakukan pemetaan kebutuhan dan pengadaan guru untuk memastikan sekolah di wilayah perbatasan maupun daerah lainnya di Sanggau mendapatkan tenaga pendidik sesuai kebutuhan.
Menurutnya, pemenuhan guru tak hanya berkaitan dengan jumlah, tetapi juga harus memperhatikan kesesuaian kompetensi dengan program keahlian yang tersedia di masing-masing SMK.
Dengan begitu, penambahan guru diharapkan tidak hanya menutup kekurangan secara kuantitas, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa di wilayah perbatasan. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment