Sekolah di Perbatasan Sanggau Masih Kekurangan Guru, Pemprov Kalbar Turun Tangan

27 Agustus 2026 13:15 WIB
Ilustrasi/RRI

SANGGAU, insidepontianak.com – Persoalan kekurangan guru masih menjadi tantangan dunia pendidikan di Kabupaten Sanggau, terutama di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat terus melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik untuk memastikan sekolah-sekolah di Sanggau, termasuk kawasan perbatasan seperti Entikong, mendapatkan guru sesuai kebutuhan.

Plt. Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri mengatakan, persoalan kekurangan guru di Sanggau tidak terlepas dari sejarah pengalihan kewenangan pengelolaan SMA dari pemerintah kabupaten kepada pemerintah provinsi pada 2017.

“Ketika SMA dialihkan menjadi kewenangan provinsi, jumlah guru yang ada memang sudah kurang,” kata Faisal, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut kemudian diatasi secara bertahap melalui penambahan tenaga pendidik. Pengadaan dan penempatan guru dilakukan sejak 2021 hingga 2024, dengan penambahan terbesar terjadi pada 2023.

Saat itu, Pemprov Kalbar menambah sebanyak 3.039 guru untuk memenuhi kebutuhan sekolah di berbagai daerah.

Sanggau menjadi salah satu daerah yang mendapat alokasi cukup besar, sekitar 10 persen dari total penambahan tersebut.

“Di Sanggau juga banyak sekolah yang kita dirikan baru, sehingga perlu dukungan guru,” ujarnya.

Perbatasan Jadi Perhatian

Meski penambahan guru terus dilakukan, kebutuhan tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Sanggau belum sepenuhnya terpenuhi.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus di kawasan perbatasan seperti Entikong, yang memiliki posisi strategis sebagai wilayah terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Faisal mengatakan, pemenuhan guru di wilayah perbatasan perlu dilakukan secara bertahap dengan melihat kebutuhan masing-masing sekolah.

Untuk jenjang SMA di Entikong, misalnya, kebutuhan guru mata pelajaran umum relatif sudah terpenuhi. Meski demikian, masih terdapat beberapa mata pelajaran yang kekurangan sekitar satu hingga dua guru.

“Kalau di SMA, guru-guru umum relatif tercukupi, walaupun masih ada kekurangan satu atau dua orang,” tuturnya.

Menurut Faisal, persoalan pemerataan guru tidak cukup hanya dilihat dari jumlah tenaga pendidik. Penempatan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan mata pelajaran di masing-masing sekolah.

Disdikbud Kalbar memastikan pemetaan kebutuhan guru akan terus dilakukan, termasuk di sekolah-sekolah yang berada di kawasan perbatasan Sanggau.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkecil kesenjangan layanan pendidikan antara sekolah di kawasan perkotaan dengan sekolah yang berada jauh di wilayah perbatasan.

Sebab, bagi anak-anak di perbatasan, akses terhadap guru dan pendidikan yang berkualitas menjadi bagian penting agar mereka memiliki kesempatan belajar yang sama dengan siswa di daerah lain. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar