BI Gencarkan Edukasi Keuangan di Beranda Negara dan Wilayah 3T

29 Juni 2026 12:31 WIB
Warga antusias mengikuti edukasi literasi keuangan yang digelar BI perwakilan Kalbar. Pertama itu bertajuk: Layanan Perbankan Nusantara (LENTERA) Batas Negeri 2026.(Istimewa)

ENTIKONG, insidepontianak.com – Bank Indonesia (BI) terus memperluas jangkauan layanannya hingga ke ujung negeri. Kali ini, wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Kalimantan Barat menjadi sasarannya.

Komitmen ini diwujudkan lewat program Layanan Perbankan Nusantara (LENTERA) Batas Negeri 2026. Sosilasisasi digelar di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, pada 23–25 Juni 2026.

Kepala Perwakilan BI Kalbar, Doni Septadijaya, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan sinergi besar. BI menggandeng pemda, perbankan, hingga instansi vertikal untuk menjaga kedaulatan Rupiah.

"Target kami meningkatkan literasi keuangan, memperluas digitalisasi pembayaran, dan memperkuat ekonomi warga perbatasan," ujar Doni.

Menurutnya, Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuat posisinya strategis. Kawasan Entikong di Kabupaten Sanggau adalah beranda terdepan sekaligus pintu gerbang ekonomi lintas negara.

Aktivitas dagang di sini sangat tinggi. Karena itu, masyarakat butuh layanan keuangan yang memadai. Penggunaan Rupiah pun harus diperkuat sebagai simbol kedaulatan NKRI.

Sebagai otoritas moneter, BI berkewajiban memastikan uang layak edar tersebar merata. Edukasi pun masif dilakukan lewat program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

"Kami juga memperluas pembayaran digital lewat QRIS antarnegara (QRIS Cross Border), serta memperkuat perlindungan konsumen," tambah Doni.

Aksi nyata BI di wilayah 3T sebenarnya sudah berjalan intensif. Hingga Juni 2026, BI Kalbar telah menggelar Kas Keliling di 12 titik perbatasan. Total penukaran uangnya menembus Rp2,78 miliar.

Tak hanya itu, lewat Ekspedisi Rupiah Berdaulat, BI sukses menjangkau lima pulau terluar: Karimata, Maya, Cempedak, Pelapis, dan Padang Tikar. Nilai penukaran uang di sana mencapai Rp15,6 miliar.

"Akses layanan kami buka, literasi warganya juga kami genjot," tegasnya.

Sepanjang tahun ini, BI Kalbar sudah menggelar 74 kali edukasi CBP Rupiah. Hasilnya, lebih dari 22 ribu warga kini lebih paham keuangan.

Program LENTERA sendiri merupakan agenda berkelanjutan. Tahun lalu, acara serupa sukses digelar di PLBN Aruk, Kabupaten Sambas. Keberhasilan di Aruk kini dibawa dan diperluas di Entikong.

Tahun ini, LENTERA Batas Negeri hadir lebih lengkap. Salah satu fasilitas barunya adalah Rupiah Corner Perbatasan. Ini adalah ruang edukasi interaktif untuk mengenali ciri uang asli dan belajar sistem digital.

Bagi pelaku usaha, BI menyediakan ruang Business Matching UMKM. Sesi ini mempertemukan langsung para perajin lokal dengan pembeli, distributor, hingga investor global.

Sektor digitalisasi juga tumbuh subur di Kalbar. Hingga Mei 2026, jumlah pelaku usaha yang memakai QRIS sudah menembus angka 539 ribu merchant.

"Sektor ini masih didominasi oleh para pelaku usaha mikro," tutup Doni.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar