Di Kedai Sinar Utara, Kopi, Kenangan dan Harapan Diseduh Jadi Satu
LANDAK, insidepontianak.com – Di sudut Jalan Madura, aroma kopi pelan-pelan menyapa. Tidak menyengat, tapi cukup membuat orang menoleh dan singgah.
Di situ, Kedai Kopi Sinar Utara berdiri. Suasananya tenang. Hangat. Terbuka. Tanpa sekat. Enak untuk ngobrol, karena tak berjarak.
Namanya juga unik. Punya makna. Tentang harapan. Ada cerita yang dibawa. Pemiliknya, Afdhol Pangesthu (29), sengaja membawa nama “Utara” ke tengah kota.
Alasannya, supaya wilayah Pontianak Utara tak lagi distigma jauh dan tertinggal. “Biar orang tahu, dari utara juga bisa bersaing,” ujarnya.
Kedai ini buka sejak Maret 2023. Tidak banyak slogan. Tapi pesannya kuat: tempat bukan penentu kualitas. Afdhol juga tidak mau menyebutnya kafe modern.
Sebab, kesan modern sering terasa eksklusif. Membuat orang berjarak. Kurang ramah untuk semua kalangan. Karena itu, ia lebih nyaman menyebutnya warung kopi komplek. Lebih membumi. Lebih dekat.
“Konsepnya kita bikin homie. Biar orang datang merasa kayak di rumah,” katanya.
Karena itu, nuansa Kedai Kopi Sinar Utara dibuat apa adanya. Dinding dihiasi barang lawas. Ada radio tua, kaset pita, dan piringan hitam. Aksesori itu bukan sekadar pajangan. Tapi mengembalikan ingatan di masa lampau.
Di tengah suasana itu, segelas Kopi Susu Sinar jadi andalan. Rasanya creamy. Ringan. Enak di lambung. Sesuai konsep kedai: seimbang antara rasa, suasana, dan cerita.
Lebih dari sekadar kedai, Sinar Utara ingin jadi ruang bertemu. Tempat bercerita dan bernostalgia. Tempat ide-ide kecil tumbuh. Tempat orang saling kenal, tanpa melihat asal.
“Harapannya, ini bisa jadi wadah teman-teman berkarya. Mau dari mana pun, semua bisa datang,” ujar Afdhol.
Setiap hari, dari pagi sampai malam, pintunya terbuka. Siapa saja boleh masuk. Tanpa prasangka.
Di tengah kota yang terus bergerak, Sinar Utara memilih cara yang sederhana untuk memanggil rasa. Dan, perlahan, mengubah stigma tertinggal menjadi maju.***
Penulis : Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment