4 Dapur MBG di Kayong Utara Tutup Mendadak, Kinerja Korwil Dikritik, Desakan Audit Menguat

5 April 2026 11:24 WIB
Ilustrasi - Dapur MBG ditutup. (AI)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Empat dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kayong Utara tiba-tiba tutup. Akibatnya, distribusi berhenti. Ribuan siswa kehilangan jatah makan yang biasanya diterima setiap hari. 

Penutupan itu pun tak pelak memicu protes. Kritik datang dari berbagai pihak. Kinerja Koordinator Wilayah (Korwil) dinilai tak becus. Manajemen dianggap tidak jelas. Audit menyeluruh didesak segera dilakukan.

Mantan Ketua BEM Fisip Universitas Tanjungpura, sekaligus Mantan Ketua Forum Mahasiswa Simpang Hilir, Dian Saputra, menilai penutupan dapur tanpa penjelasan sebagai bukti lemahnya komunikasi dan koordinasi. 

“Ini menunjukkan ketidaksiapan dan kelalaian manajemen wilayah. Korwil seharusnya jadi solusi, bukan membiarkan masalah berujung penghentian program,” tegas Dian, Sabtu (4/4/2026).

Ia menekankan, program sebesar MBG butuh kepemimpinan yang cepat dan tanggap. Terlebih di daerah dengan tantangan geografis seperti Kayong Utara.

Karena itu, ia mendorong evaluasi menyeluruh. Harus ada transparansi. Mulai dari penentuan lokasi dapur, pembangunan fasilitas, hingga penunjukan pengelola.

Sebab, dugaan monopoli kepemilikan dapur oleh pengusaha dan oknum pejabat legislatif sudah jadi rahasia umum. Akibatnya, pelaksanaan MBG tak profesional. 

“Kami akan bersurat ke DPRD. Minta audiensi. Satgas dan Korwil harus menjelaskan secara terbuka,” ujarnya.

Dampak penutupan empat dapur MBG itu pun sudah terasa. Orang tua kembali terbebani. Rini, salah satu wali murid, mengaku kini harus menyiapkan sarapan setiap pagi.

“Beberapa hari ini harus masak lagi. Padahal sebelumnya sangat terbantu,” katanya.

Ia berharap program MBG segera berjalan kembali. Menu seperti susu, roti, dan kue juga diharapkan hadir lagi karena disukai anak-anak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Korwil MBG Kayong Utara belum memberi penjelasan resmi soal penutupan empat dapur tersebut. Insidepontianak.com masih berupaya mengonfirmasi.

Kini, tekanan transparansi kian kuat. Audit diminta segera dilakukan. Program harus kembali jalan. Tepat sasaran. Tanpa alasan.***


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar