Kelangkaan Solar Subsidi Juga Lumpuhkan Transportasi Umum Kapal Rute Teluk Batang–Rasau Jaya
KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Kelangkaan minyak solar tutut melumpuhkan layanan transportasi umum kapal rute Teluk Batang Kayong Utara–Rasau Jaya Kubu Raya sejak Minggu (17/5/2026).
Kondisi serupa juga terjadi pada rute Padang Tikar Kecamatan Batu Ampar–Rasau Jaya dan sebaliknya. Sejumlah kapal tambang terpaksa berhenti beroperasi karena operator kesulitan memperoleh BBM subsidi.
Kalaupun tersedia, harga solar jauh di atas ketentuan pemerintah. Di lapangan, harganya disebut mencapai Rp17 ribu per liter. Hampir tiga kali lipat dari harga subsidi Rp6.800 per liter.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) Kalimantan Barat, Agus Tianto, mendesak pemerintah segera mengambil langkah cepat mengatasi persoalan tersebut.
“Masalah ini jangan dibiarkan berlarut,” ujar Agus saat dihubungi, Sabtu (17/5/2026).
Menurutnya, jalur Teluk Batang–Rasau Jaya merupakan akses vital masyarakat pesisir karena tidak memiliki jalur alternatif. Mobilitas warga dan distribusi barang sepenuhnya bergantung pada transportasi kapal.
“Karena itu, terganggunya operasional kapal sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat pesisir,” katanya.
Agus meminta pemerintah segera menyiapkan kebijakan taktis agar layanan transportasi air kembali normal. Distribusi solar subsidi juga diminta diprioritaskan untuk transportasi rakyat yang bergantung pada pasokan BBM.
“Distribusi BBM subsidi wajib tepat sasaran agar tidak menghambat transportasi masyarakat yang sangat bergantung pada solar,” tegasnya.
Saat ini, para operator kapal berharap distribusi solar subsidi segera kembali normal sehingga pelayaran rute Teluk Batang–Rasau Jaya dapat kembali beroperasi seperti biasa.***
Penulis : Fauzi
Editor : -
Tags :

Leave a comment