Pembangunan Infrastruktur Digenjot, Dewan Kubu Raya Derahman Ingatkan Pendidikan Jangan Terabaikan
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kubu Raya terus digenjot pemerintah daerah. Namun di tengah masifnya pembangunan fisik, Anggota DPRD Kubu Raya, Derahman, mengingatkan agar sektor pendidikan jangan terabaikan.
Menurutnya, pembangunan jalan dan ruang publik sepanjang 2025 hingga 2026 patut diapresiasi. Meski demikian, kondisi sekolah juga harus menjadi prioritas serius pemerintah daerah.
“Sejauh ini apa yang dilakukan oleh pemerintah daerah sangat bagus,” kata Derahman, Selasa (24/2/2026).
Ia menyoroti pembangunan jalan poros serta pembukaan ruang-ruang publik yang dinilai berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
“Banyaknya pembangunan jalan poros dan ruang-ruang publik ini tentu membawa dampak positif. Itu harus kita dukung,” ujarnya.
Namun, menurutnya, peran pemerintah tidak cukup berhenti pada pembangunan fisik semata. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan, terutama di sektor pendidikan.
Berdasarkan hasil reses dan aduan masyarakat, kondisi infrastruktur sekolah dinilai memprihatinkan.
“Ketika kami turun ke lapangan, banyak aduan yang masuk, bahkan lewat DM saya. Infrastruktur sekolah kita hampir 60 persen rusak berat, bukan rusak ringan. Ini perlu perhatian serius,” tegasnya.
Wakil DPC PPP Kubu Raya itu, menilai pembangunan jalan poros ekonomi memang penting untuk menunjang pertumbuhan daerah.
Akan tetapi, fasilitas pendidikan, termasuk akses jalan menuju sekolah, harus mendapat perhatian yang sama.
“Jangan sampai pembangunan terlihat maju, tapi sekolah-sekolah kita justru dalam kondisi rusak berat. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Selain itu, Derahman juga menyinggung kasus siswa yang sempat menjadi perhatian publik karena merakit bom.
Ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah yang turun langsung ke lapangan, namun menilai peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama.
“Saya minta kepada para guru agar pembinaan karakter diperkuat. Dulu ada muatan lokal (Mulok), mungkin ini bisa dievaluasi kembali,” sarannya.
Menurutnya, pendidikan karakter, muatan berbasis keagamaan, serta pemahaman sosial menjadi landasan penting yang perlu diperkuat.
Ia menegaskan, pembangunan sejatinya tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas generasi yang dibentuk melalui pendidikan.
“Pembangunan fisik penting, tapi pembangunan manusia jauh lebih penting. Jangan sampai pendidikan terlupakan,” pungkasnya. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment