Sempat Tembus Rp22 Ribu, Harga BBM di Batu Ampar Kini Terkendali Saat Lebaran

23 Maret 2026 12:10 WIB
Salah satu Pertamini yang berada di Desa Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya yang menjual harga BBM Subsidi dengan harga Rp13 ribu. (IST)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Warga Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya akhirnya bisa sedikit bernapas lega pada momentum Hari Raya Idulfitri tahun ini. 

Sebab, sebelumnya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sempat melonjak hingga Rp22 ribu per liter akibat kelangkaan pasokan, kini harga di tingkat pengecer mulai kembali terkendali.

Melalui kesepakatan bersama, harga BBM di tingkat pengecer disepakati tidak boleh melebihi Rp13.000 per liter.

“Karena kuota yang datang terbatas, kita sepakat penjualan tidak boleh di atas Rp13 ribu," kata Camat Batu Ampar, Alfian kepada insidepontianak.com, Senin (23/3/2026).

Alfian mengatakan, biasanya harga BBM di Batu Ampar dipatok Rp12 ribu per liter. Namun, sekarang dipukul rata supaya masyarakat tetap bisa mendapatkan BBM.

Kondisi tersebut dipastikan, Alfian, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) saat Lebaran ke wilayah Padang Tikar untuk memantau distribusi dan harga BBM di lapangan.

Hasilnya, sebagian besar Pertamini masih menjual BBM sesuai kesepakatan bersama yang telah ditetapkan pemerintah kecamatan bersama para pemasok.

“Alhamdulillah, beberapa Pertamini masih menjual di harga standar Padang Tikar," ujarnya.

Ia mengungkapkan, bahwa para suplayer dan penjual tetap mengikuti kesepakatan walaupun kuota BBM yang datang terbatas.

Di samping itu, ia menegaskan, keterbatasan pasokan membuat pemerintah kecamatan harus mengambil langkah kompromi agar harga tetap terkendali dan tidak kembali melonjak seperti sebelumnya.

Menurut Alfian, kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dan daya beli masyarakat, terutama saat kebutuhan mobilitas meningkat selama Lebaran.

Namun ia mengingatkan, stok BBM yang tersedia saat ini diperkirakan hanya mampu bertahan dalam waktu singkat. 

Karena itu, pemerintah kecamatan pun meminta Pertamina dan pengelola SPBU Batu Ampar segera menambah suplai.

“Kami minta Pertamina dan SPBU segera menindaklanjuti suplai, karena dalam dua hari ke depan stok diperkirakan sudah habis,” ujarnya.

Sebagai solusi tambahan, pasokan BBM non-subsidi jenis Pertamax juga direncanakan segera masuk ke Batu Ampar melalui koordinasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Pertamina Rasau.

“Insya Allah dalam waktu dekat Pertamax akan datang. Semoga ini bisa menjaga suplai BBM tetap tersedia meskipun harganya lebih tinggi dari Pertalite,” pungkasnya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar