Perjalanan Terakhir Siman Bahar, Diantar Doa dan Kenangan
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Sejak pagi, Vihara Vajra Bumi Kertayuga di Kubu Raya diselimuti suasana duka, Sabtu (11/4/2026). Orang-orang datang bergiliran. Membawa doa. Menyimpan kenangan.
Prosesi pengantaran abu kremasi mendiang Siman Bahar berlangsung khidmat. Keluarga, sahabat, tokoh masyarakat, pejabat, hingga warga biasa ikut menyertai.
Para pelayat berdiri dalam diam. Doa-doa pun melantun lirih. Di balik suasana hening itu, tersimpan kisah panjang yang tak banyak terlihat di permukaan.
Siman Bahar adalah tokoh besar. Ia pemilik PT Loco Montrado. Perusahaan pengolahan dan perdagangan emas. Ia juga pemilik Hotel Golden Tulip.
Dari perut bumi, ia membangun usaha. Namanya dikenal sebagai konglongmerat . Berpengaruh. Namun jalan hidupnya tak selalu mulus.
Pada 2021, ia terseret perkara hukum. Ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengolahan anoda logam. Transaksi emasnya disebut mencapai Rp 189 triliun. Dibidik KPK. Namun, ia melawan. Mengajukan praperadilan.
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatannya. Status tersangka dinyatakan tidak sah. Tetapi perkara itu tak berhenti begitu saja.
KPK memperbaiki penyidikan. Proses hukum jalan terus. Lembaga antirasuah kembali menetapkan Siman Bahar sebagai tersangka.
Di tengah situasi tersebut, kondisi kesehatannya menurun. Ia disebut menjalani pengobatan di luar negeri. Hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir di Tiongkok, pada Minggu 6 April 2026.
Bagi sebagian orang, kisah hidup Siman Bahar mungkin tak sederhana. Namun bagi mereka yang mengenalnya dekat, ada sisi lain yang terus diingat.
“Saya sangat kehilangan. Beliau petarung. Dan sangat peduli,” ucap Bupati Kubu Raya, Sujiwo.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengenangnya dengan cara yang sederhana. “Kalau ada yang butuh, beliau langsung bergerak,” katanya.
Bagi banyak orang, Siman Bahar bukan sosok yang banyak bicara. Namun kehadirannya terasa saat dibutuhkan.
Bantuannya kerap mengalir ke berbagai tempat. Mulai dari rumah ibadah, kegiatan sosial, hingga dunia pendidikan.
Jejak itu kini tertinggal.
Siman Bahar telah menutup perjalanan panjang dunianya. Sukses. Tercatat sebagai konglongmerat di Tanah Air. Nama besarnya tetap abadi, dengan segala sisi yang pernah ada.
Dan, di antara doa-doa yang mengalir pelan, ia dilepas dengan tenang oleh para keluarga dan sahabat yang diiringi kenangan baik.***
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment