Gas Melon di Kapuas Hulu Langka Lagi, Harga Meroket, Warga: Subsidi untuk Siapa?

10 Juni 2026 13:53 WIB
Warga mengantre gas melon di Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu. (Insidepontianak.comTeofilusianto Timotius)

KAPUAS HULU, insidepontianak.com – Tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram di Kabupaten Kapuas Hulu, kembali mengalami kelangkaan.

Pantauan Insidepontianak sejak Selasa (9/6/2026), antrean panjang warga meluber di sejumlah pangkalan di wilayah Kecamatan Putussibau Selatan.

Muchtar, salah seorang warga yang ikut mengantre, dibikin kesal. Sebab, persoalan ini selalu berulang.

Karena itu, ia mempertanyakan peran pemerintah daerah yang dinilai lamban mengatasi sengkarut klasik tersebut.

"Gas 3 kilo ini katanya subsidi untuk masyarakat kecil. Tapi nyatanya mahal dan susah didapat. Jadi, siapa sebenarnya yang menikmati subsidi?" kritik Muchtar, Rabu (10/6/2026).

Dengan nada kesal, ia mendesak Pemda Kapuas Hulu bersama aparat penegak hukum (APH) bertindak serius.

"Jangan biarkan terus masyarakat kecil jadi korban. Hak kami untuk menikmati subsidi seolah dikebiri," ujarnya.

Jeritan serupa juga dilontarkan Nur Laila. Ibu rumah tangga ini mengaku kerap pulang dengan tangan hampa karena kehabisan stok saat mengantre di pangkalan resmi.

Akibatnya, tak jarang ia terpaksa membeli gas di warung eceran dengan harga mencapai Rp45 ribu per tabung.

Menurut Nur Laila, di desa-desa yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, harga gas melon lebih gila lagi. Bisa mencapai Rp70 ribu.

"Situasi ini bikin ekonomi makin susah. Penghasilan suami tidak menentu, tapi harga kebutuhan pokok dan gas elpiji malah ugal-ugalan naiknya," keluhnya.

Merespons jeritan warga, Kepala Bagian Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan SDA Setda Kapuas Hulu, Budi Prasetyo menjelaskan, kelangkaan dipicu oleh minimnya suplai dari Pertamina.

Budi memaparkan, kuota elpiji subsidi untuk Kapuas Hulu saat ini hanya berkisar 2.257.000 tabung. Jumlah itu tidak lagi sebanding dengan lonjakan permintaan masyarakat di lapangan.

“Sebagai langkah darurat, kami akan segera menggelar operasi pasar murah khusus elpiji subsidi,” kata Budi.

Selain itu, Pemda Kapuas Hulu mengklaim telah melayangkan surat resmi ke Pertamina untuk meminta tambahan kuota sebanyak 286.720 tabung.

“Harapan kita usulan tambahan kuota ini segera disetujui Pertamina agar kelangkaan dan lonjakan harga di tingkat pengecer bisa diredam,” pungkasnya.***


Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar