Sampah Masih Berserakan di Luar TPS, Kesadaran Warga Jadi Tantangan Pengelolaan Sampah di Landak
LANDAK, Insidepontianak.com - Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Landak.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Landak, Wilhelmus Januar, mengatakan masih ditemukan warga yang membuang sampah di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS) maupun di lokasi yang tidak diperuntukkan sebagai tempat pembuangan sampah.
Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga menyulitkan proses pengumpulan dan pengangkutan sampah oleh petugas.
"Padahal sampah yang tidak terkumpul di TPS akan menyulitkan petugas saat melakukan pengangkutan," kata Wilhelmus, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, sampah yang dihasilkan masyarakat harus melalui beberapa tahapan pengelolaan, mulai dari pengumpulan, penampungan sementara, pengangkutan, hingga pemrosesan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tebedak.
Karena itu, TPS memegang peran penting sebagai titik pengumpulan sampah sebelum diangkut ke TPA.
Jika seluruh sampah terkonsentrasi di dalam TPS, proses pengangkutan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Di Kecamatan Ngabang, Pemerintah Kabupaten Landak telah menyediakan TPS Pasar Rakyat Ngabang dan TPS Jalur 2 di depan Puskesmas Ngabang sebagai lokasi penampungan sementara sampah masyarakat.
Wilhelmus menegaskan, fasilitas tersebut hanya akan berfungsi optimal apabila dimanfaatkan dengan benar. Sampah seharusnya dibuang langsung ke dalam TPS, bukan ditinggalkan di area sekitarnya.
"Kalau sampah dibuang pada tempat yang benar, proses pengumpulan dan pengangkutan bisa berjalan lebih cepat. Sebaliknya, kalau dibuang sembarangan, petugas harus bekerja lebih lama dan risiko pencemaran lingkungan juga meningkat," ujarnya.
Selain persoalan kedisiplinan membuang sampah, peningkatan volume sampah juga menjadi tantangan yang terus dihadapi pemerintah daerah.
Wilhemus menilai, pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat berbanding lurus dengan jumlah sampah yang harus ditangani setiap hari.
Karena itu, masyarakat didorong untuk mulai mengurangi timbulan sampah dari rumah tangga, antara lain dengan memilah sampah serta mengurangi penggunaan barang sekali pakai.
Menurut Wilhelmus, pengelolaan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.
Keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi aturan pembuangan sampah.
"Langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya sebenarnya sudah sangat membantu. Kalau masyarakat tertib, beban pengelolaan sampah menjadi lebih ringan dan lingkungan juga lebih bersih," katanya. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment