Lagi, Siswa SD di Kubu Raya Diduga Keracunan MBG: Ayam Goreng Disebut Berbau dan Keras
KUBU RAYA, insidepontianak.com - Dugaan keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami siswa SD Negeri 23 Sungai Ambawang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, diduga dipicu oleh menu ayam goreng yang disajikan dalam paket makanan.
Adapun paket menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari nasi, ayam goreng, sayur labu, jagung, dan buah naga.
Kepala SDN 23 Sungai Ambawang, Hotimah mengungkapkan, ayam yang disajikan memiliki aroma kurang sedap dan tekstur yang lebih keras dibanding biasanya.
“Aromanya seperti ayam yang agak berbau, seperti kalau kita beli dari pasar pagi lalu diolah agak siang,” kata Hotimah, Jumat (24/4/2026).
Ia mengaku sempat merasakan hal serupa saat ikut menyantap makanan tersebut bersama para guru di sekolah.
“Saya makan juga, kok rasanya kayak gatal. Saya memang punya alergi, jadi langsung terasa,” ujarnya.
Keluhan dari para siswa mulai muncul sekitar setengah jam setelah makanan dikonsumsi. Siswa mengeluhkan sakit perut, mual, hingga muntah.
“Anak-anak makan sekitar setengah sepuluh. Kelas tiga mulai terasa sakit perut sekitar jam 10. Kalau kelas enam sampai satu jam kemudian baru mengeluh,” jelasnya.
Awalnya, terdapat sekitar 12 siswa yang mengeluhkan sakit perut. Pihak sekolah kemudian memanggil bidan untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan obat.
Setelah dilakukan observasi, sebagian besar siswa berangsur membaik. Namun, enam siswa yang kondisinya dianggap lebih berat kemudian dibawa ke rumah sakit.
“Total ada 12 anak yang sakit perut, tapi yang kami bawa ke rumah sakit ada enam orang karena kondisinya lebih parah,” ujarnya.
Dari enam siswa tersebut, dua orang hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Medika Djaya, Pontianak. Keduanya merupakan siswa kelas 3 dan disebut memiliki riwayat penyakit tipes.
“Yang masih dirawat dua orang kelas tiga. Kata bidan, mereka punya riwayat tipes jadi lebih rentan,” ungkap Hotimah.
Berdasarkan informasi awal dari rumah sakit, kata dia, sebagian siswa mengalami dehidrasi akibat muntah setelah mengonsumsi makanan tersebut.
“Kalau informasi dari rumah sakit kemarin lebih ke dehidrasi. Karena muntah tadi, jadi bisa jadi dari makanan yang masuk itu,” ujarnya.
Akibat adanya dugaan keracunan tersebut, program MBG di sekolah itu untuk sementara dihentikan sambil menunggu evaluasi dari pihak pengelola dapur.
“Hari ini distop dulu dari sananya, karena mau ada evaluasi dan perbaikan-perbaikan,” katanya.
Hotimah mengaku telah langsung menghubungi kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah mengetahui kondisi makanan tersebut.
“Saya bilang, ayamnya sepertinya tidak layak dikonsumsi. Ada bau dan rasanya kurang enak,” ucapnya.
Di samping itu, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan lebih lanjut pasca dugaan keracunan tersebut.
“Tim kami sudah bergerak tadi malam mengambil sampel makanan,” katanya.
Selanjutnya, sampel makanan itu dibawa ke laboratorium BPOM Pontianak untuk pengujian lebih lanjut.
“Sampel kami bawa ke BPOM untuk pengujian,” tambahnya.
Sementara itu, pihak SPPG belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait dugaan kasus keracunan ini.
Insidepontianak.com telah mendatangi SPPG Dapur Gizi Belasima Santi di Jalan Desa Durian, Sungai Ambawang, namun kepala SPPG tidak berada di lokasi. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment