Tiga Kabupaten Rayakan Naik Dango ke-41 di Rumah Adat Lingga, Kubu Raya Siap Jadi Pusat Wisata Budaya

25 April 2026 15:54 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat membuka perayaan Naik Dango ke-41 di Rumah Adat Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, Sabtu (25/4/2026). (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Tiga kabupaten, Kubu Raya, Landak, dan Mempawah bersama-sama merayakan Naik Dango ke-41, Sabtu (25/4/2026).

Tahun ini, perayaan dipusatkan di Rumah Adat Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Dengan tema "Mengawal hutan adat, memperkuat pangan, menegakkan hukum adat di bumi Kalimantan Barat".

Perayaan adat masyarakat Dayak itu menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus momentum mempererat persatuan lintas daerah dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan ritual adat, seminar budaya, hingga pertemuan tokoh masyarakat Dayak dari berbagai wilayah. 

Kehadiran tiga kabupaten dalam satu perayaan dinilai memperkuat identitas budaya dan semangat kebersamaan.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Naik Dango ke-41 tersebut. 

Baginya, kegiatan budaya seperti ini harus terus dijaga karena menjadi bagian penting dari jati diri bangsa.

“Budaya bukan hanya soal seremoni, tetapi jati diri bangsa. Kalau budaya hilang, kita kehilangan akar,” kata Sujiwo.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya siap mendukung penuh pelaksanaan Naik Dango, bahkan jika dipercaya menjadi tuan rumah lebih dari satu kali dalam sistem giliran antar kabupaten.

“Kalau dipercaya dua kali, kami siap. Bahkan tiga kali pun siap. Karena ini berkaitan dengan budaya. Budaya adalah jati diri bangsa,” tegasnya.

Menurutnya, pelaksanaan Naik Dango di Rumah Adat Desa Lingga juga membuka peluang besar menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat budaya sekaligus destinasi wisata unggulan di Kubu Raya.

Untuk itu, pemerintah daerah berencana melakukan penataan kawasan Rumah Betang agar lebih representatif tanpa menghilangkan nilai keaslian dan kekhasan adat.

“Kawasan ini punya nilai historis dan budaya yang tinggi. Kita akan desain ulang dengan melibatkan konsultan, tetapi tidak boleh menghilangkan keaslian. Ini penting agar tetap otentik,” jelasnya.

Adapun penataan tersebut, kata Sujiwo, meliputi penghijauan, pembangunan taman, pelebaran jalan, penataan area parkir, hingga perbaikan drainase dan akses masuk menuju kawasan Rumah Adat.

Pemkab Kubu Raya sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,22 miliar untuk mendukung pelaksanaan Naik Dango tahun ini. 

Anggaran itu terdiri dari Rp300 juta untuk kegiatan dan Rp920 juta untuk perbaikan infrastruktur pendukung.

Sujiwo berharap, Naik Dango tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga berkembang menjadi magnet wisata budaya yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat sekitar.

“Ini akan kita wujudkan secara bertahap. Kita ingin tempat ini layak menjadi cagar budaya sekaligus destinasi wisata unggulan di Kubu Raya,” pungkasnya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar