Kubu Raya Diproyeksikan Jadi Penyangga Pangan Program MBG di Kalbar

14 Mei 2026 17:02 WIB
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional, Tengku Syahdana mengecek buah pepaya hasil tani di Kecamatan Rasau Jaya, Kubu Raya, Rabu (13/5/2026). (Istimewa)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Kubu Raya diproyeksikan menjadi salah satu daerah penyangga bahan pangan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di Kalimantan Barat.

Potensi pertanian dan pangan lokal di Kubu Raya dinilai mampu menopang kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Mulai dari sayur-mayur, buah-buahan, telur, hingga produk olahan seperti tahu dan tempe telah diproduksi masyarakat dan petani setempat.

Penguatan rantai pasok pangan itu pun terus didorong Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat.

Pihak BGN sendiri telah mengunjungi lahan pertanian di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu (13/5/2026).

Kunjungan itu juga dirangkai dengan dialog bersama 50 anggota Gapoktan yang terdiri dari petani hortikultura, petani sayur, pekebun buah, hingga pelaku usaha pangan lokal.

Pertemuan membahas kesiapan pasokan bahan pangan untuk mendukung keberlanjutan program MBG di Kalbar.

Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional, Tengku Syahdana, menegaskan program MBG harus memberi dampak terhadap perekonomian masyarakat desa.

“Program MBG harus menjadi penggerak ekonomi lokal dengan melibatkan petani, peternak, nelayan, UMKM, koperasi, dan BUMDes dalam rantai pasok pangan,” katanya.

Menurut dia, penggunaan bahan pangan lokal menjadi prioritas selama memenuhi standar mutu, keamanan pangan, dan kapasitas distribusi.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mendorong penguatan ekonomi daerah melalui peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dalam skema tersebut, KDMP diposisikan sebagai agregator pasokan pangan masyarakat. Sedangkan BUMDes diarahkan memperkuat distribusi dan permodalan ekonomi desa.

Selanjutnya, sinergi antara pemerintah, kelompok tani, koperasi, BUMDes, dan SPPG diharapkan mampu menjadikan program MBG tidak hanya sebagai program pemenuhan gizi masyarakat.

“Tetapi juga menjadi penggerak ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal,” ucap Sujiwo.***


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar