Transportasi Sungai Sempat Lumpuh, Pemkab Kubu Raya Siap Terbitkan Surat Dispensasi untuk Pengambilan Solar
KUBU RAYA, insidepontianak.com - Transportasi sungai rute Rasau Jaya - Padang Tikar sempat lumpuh sejak, Minggu (17/5/2026), sebab mahalnya harga solar.
Menyikapi itu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar rapat koordinasi bersama pihak terkait dalam mengatasi krisis solar di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya, Senin (18/5/2026).
Bupati Kubu Raya, Sujiwo memastikan pemerintah akan menerbitkan surat rekomendasi atau dispensasi pengambilan solar agar puluhan kapal angkutan umum bisa kembali beroperasi.
Langkah itu diambil setelah 26 kapal angkutan air memilih mogok, karena kesulitan mendapatkan solar subsidi.
Kalaupun ada, mereka terpaksa membeli solar harga mencapai Rp15 ribu hingga Rp17 ribu per liter dari pengecer.
“Kalau dibiarkan dampaknya luar biasa. Ini menyangkut kepentingan masyarakat, distribusi barang dan transportasi warga pesisir,” kata Sujiwo usai rapat koordinasi.
Jalur transportasi air Rasau Jaya diketahui menjadi akses utama masyarakat menuju sejumlah wilayah pesisir seperti Padang Tikar, Teluk Batang, Dusun hingga Seruat.
Tak hanya mengangkut penumpang, kapal-kapal tersebut juga menjadi urat nadi distribusi bahan pokok dan kebutuhan harian masyarakat.
Akibat mogok operasional kapal, aktivitas pengangkutan barang hingga mobilitas warga sempat terganggu.
Sujiwo menegaskan, surat dispensasi tersebut hanya bersifat sementara sambil menunggu keputusan resmi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terkait kuota BBM subsidi untuk transportasi air.
“Maka saya akan tanda tangani dispensasi itu. Tapi jangan sampai disalahgunakan,” tegasnya.
Ia juga meminta, Pertamina dan aparat penegak hukum memperketat pengawasan distribusi BBM agar tidak ada oknum yang bermain di tengah kelangkaan solar.
Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan atau GAPASDAP Kubu Raya, Agus Tianto, memastikan kapal-kapal yang sempat mogok siap kembali melayani masyarakat begitu surat rekomendasi diterbitkan.
“Kalau hari ini ditandatangani, insyaallah besok kapal sudah bisa ambil BBM dan beroperasi normal kembali,” ujarnya.
Menurut Agus, tingginya harga solar membuat biaya operasional kapal tidak lagi tertutupi, terutama untuk rute-rute jauh yang membutuhkan ratusan liter BBM setiap perjalanan pulang-pergi.
Dengan adanya solusi dari pemerintah daerah, operasional kapal diharapkan kembali normal sehingga distribusi barang dan aktivitas masyarakat pesisir tidak lagi terganggu. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment