Jelang MTQ, Air Bersih Masih Jadi PR Pemda Kayong Utara
KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Krisis air bersih yang telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, dikeluhkan warga karena hingga kini belum mendapat solusi dari pemerintah daerah.
Selain menyulitkan aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut dikhawatirkan mencoreng citra Kabupaten Kayong Utara yang akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada Agustus 2026.
Akibat pasokan air bersih tidak mengalir, warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pengeluaran yang harus disiapkan pun tidak sedikit, mencapai Rp500 ribu hingga Rp800 ribu setiap bulan.
"Satu bulan siapkan saja Rp500 ribu sampai Rp800 ribu untuk beli air. Kami sudah bosan mengeluh persoalan air, tapi sampai sekarang tidak ada solusi dari pemerintah," ujar Bayu, salah seorang warga.
Menurut Bayu, persoalan distribusi air mulai dirasakan semakin parah sejak pemasangan meteran air. Sebelumnya, meski debit air kecil saat musim kemarau, warga masih dapat memperoleh pasokan air dengan menunggu hingga tengah malam ketika tekanan air meningkat.
"Dulu sebelum ada meteran, kami sedot air tengah malam masih bisa dapat air. Tapi sekarang sampai subuh pun kami sedot air, tetap tidak ada yang mengalir," tuturnya.
Kondisi tersebut memaksa warga bergantung pada air yang dibeli dari penjual keliling untuk kebutuhan memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan rumah tangga lainnya. Warga menilai persoalan ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut pelayanan dasar kepada masyarakat.
Di sisi lain, Bayu mengingatkan bahwa Kabupaten Kayong Utara dalam waktu dekat akan menjadi tuan rumah MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi krisis air bersih agar tidak menjadi sorotan para tamu yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar.
"Jangan sampai persoalan ini menjadi kesan buruk bagi kita sebagai tuan rumah," katanya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kayong Utara bersama pengelola layanan air bersih segera mencari akar persoalan dan menormalkan distribusi air sebelum pelaksanaan MTQ berlangsung.
Menurut mereka, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipastikan terpenuhi demi kenyamanan masyarakat maupun ribuan peserta dan tamu yang akan hadir pada perhelatan MTQ tingkat provinsi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kayong Utara maupun pihak pengelola layanan air bersih terkait penyebab terganggunya distribusi air selama dua bulan terakhir serta langkah penanganan yang akan dilakukan.***
Penulis : Fauzi
Editor : -
Tags :

Leave a comment