Bupati Sujiwo Kecam Kekerasan terhadap Nakes dan Satpam di RSUD Kubu Raya: Silakan Lapor APH
KUBU RAYA, insidepontianak.com - Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengecam aksi kekerasan terhadap tenaga kesehatan (nakes) dan petugas keamanan di RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Rasau Jaya.
Peristiwa itu sempat viral di media sosial. Belakangan menyeret nama Bupati. Pasalnya, oknum yang melakukan kekerasan tersebut disebut-sebut memiliki hubungan kerabat dekat dengannya.
Namun, Sujiwo secara tegas menyatakan tidak akan melindungi siapa pun yang bersalah. Ia mempersilakan pihak yang dirugikan untuk memproses kasus ini ke ranah hukum.
“Saya tidak pernah membenarkan. Saya mengecam, bahkan mengutuk perilaku itu. Silakan lapor ke aparat penegak hukum. Saya tidak akan ikut campur, apalagi menghalangi,” tegas Sujiwo, Rabu (12/8/2026).
Ia menekankan bahwa hukum harus berlaku setara. Sebagai kepala daerah, ia menilai orang terdekat maupun keluarga seharusnya menjaga nama baiknya, bukan malah bertindak sewenang-wenang.
“Harusnya mereka menjaga saya, bukan sebaliknya. Karena itu, siapa pun yang berbuat harus bertanggung jawab. Saya tidak akan membeda-bedakan,” lanjutnya.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar luas sejak 8 Agustus 2026, peristiwa tersebut bermula di ruang rawat inap yang dipenuhi oleh keluarga pasien.
Seorang petugas Satpam kemudian datang dan meminta agar jumlah penunggu dibatasi karena dokter akan menangani pasien yang sedang dalam kondisi kritis.
Namun, imbauan tersebut justru direspons dengan emosi. Seorang pria mendadak melakukan pemukulan terhadap Satpam hingga keributan tak terhindarkan.
Tak lama berselang, seorang nakes perempuan datang ke ruangan untuk menyampaikan imbauan serupa demi kenyamanan bersama.
“Tolong tunggu di luar saja ya, cukup dua orang saja di dalam ruangan,” imbau nakes tersebut.
Sayangnya, permintaan sopan itu juga dibalas dengan perlakuan kasar. Wajah nakes tersebut ditoyor oleh pria yang keluar dari dalam ruangan.
Pascarekaman video tersebut beredar luas, Direktur RSUD TBSI, dr. Asep Ahmad Saepulloh, menyampaikan bahwa persoalan tersebut sebenarnya telah dimediasi dan kedua belah pihak sepakat berdamai.
Menurut Asep, kondisi panik keluarga saat mendampingi pasien yang kritis memang kerap memicu emosi.
“Kejadian serupa bisa terjadi di mana saja dan kapan saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, meminta masyarakat tidak lagi memperpanjang spekulasi di media sosial mengingat proses mediasi sudah tuntas.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan berkomitmen untuk terus mendorong pembenahan serta peningkatan mutu pelayanan di RSUD TBSI Rasau Jaya.***
Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment