Karhutla Marak, Ria Norsan Minta Semua Pihak Stop Membakar Lahan

1 September 2026 14:09 WIB
Gubernur Kalbar, Ria Norsan meninjau lokasi karhutla di Jalan Parit Haji Muksin II, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Selasa (1/9/2026). (Istimewa)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengimbau seluruh pihak menghentikan aktivitas membakar dalam bentuk apa pun.

Pesan ini disampaikan menyusul melonjaknya jumlah titik panas (hotspot) di Kalbar yang telah mencapai 7.377 titik, dan suhu udara harian berada di angka 35 derajat Celsius.

Di masa puncak musim kemarau, kondisi lahan sangat kering. Terutama area gambut. Sehingga, api sekecil apa pun bisa memicu kebakaran luas dan sulit dikendalikan.

"Karena itu, jangan membakar dulu karena dampaknya sangat luas," ujar Norsan saat meninjau lokasi karhutla di Jalan Parit Haji Muksin II, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Selasa (1/9/2026).

Adapun kebakaran lahan di Parit Haji Muksin II sudah tertangani. Api telah padam sepenuhnya. Lahan itu terindikasi area pertanian warga, karena sudah mulai ditanami nanas.

Karhutla di Kalbar sendiri sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Memicu kabut asap. Membuat kualitas udara memburuk. Mengancam kesehatan. Melumpuhkan aktivitas belajar mengajar tatap muka.

Selain itu, asap juga membuat jarak pandang semakin terbatas. Akibatnya, jadwal penerbangan di Bandara Internasional Supadio kerap tertunda.

Norsan menegaskan, pengendalian karhutla hanya bisa dilakukan dengan kesadaran kolektif. Stop membakar. Apa pun alasannya. Semua harus saling jaga.

"Maka, sekali lagi tolong jangan membakar, baik masyarakat maupun korporasi," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menekankan bahwa situasi krisis saat ini menuntut sinergi dan gotong royong seluruh elemen.

"Di situasi seperti ini bukan waktunya saling menyalahkan, kita harus membangun kolaborasi," katanya.

Sujiwo memastikan Pemkab Kubu Raya terus memprioritaskan keselamatan warga dan relawan di lapangan melalui mitigasi krisis, penyaluran air bersih, hingga pemberian suplemen dan pemeriksaan kesehatan rutin bagi petugas pemadam di lapangan.

Meski sejumlah titik api vital di kawasan sekitar Bandara Supadio, Lintang Batang, dan Sungai Asam telah terkendali, ia meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi pergerakan asap.***


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar