Gerbang Asa Mulai Kembalikan Anak Putus Sekolah ke Bangku Pendidikan
LANDAK, Insidepontianak.com - Program Gerbang Asa yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Landak mulai memasuki tahap penanganan anak putus sekolah.
Sejumlah anak yang telah teridentifikasi kini mulai dikembalikan ke jalur pendidikan, baik melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Samsul Bahri, mengatakan setelah peluncuran program pada 16 Juni 2026, pihaknya langsung menindaklanjuti arahan Bupati Landak dengan menerbitkan surat edaran kepada kepala desa melalui camat.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga membentuk tim tingkat kabupaten untuk mempercepat pelaksanaan program, termasuk melakukan sosialisasi dan menghimpun laporan dari pemerintah desa mengenai anak-anak yang belum mengenyam pendidikan.
"Kita membuat tim kabupaten juga untuk menindak lanjuti ini," ucapnya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Samsul, hingga saat ini laporan dari lapangan mulai ditindaklanjuti. Dari laporan yang diterima, dua anak telah mendapatkan penanganan agar dapat kembali mengikuti pendidikan.
"Hingga saat ini baru dua yang masuk dan sudah kita tindak lanjuti. Satu di Menjalin, sesuai arahan Ibu Bupati, langsung diasramakan," katanya.
Ia menjelaskan, langkah tersebut ditempuh agar anak tersebut dapat kembali mengikuti pendidikan formal tanpa terkendala jarak maupun kondisi sosial yang dihadapi sebelumnya.
Sementara itu, satu anak lainnya tidak kembali ke sekolah formal, melainkan diarahkan mengikuti pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Menurut Samsul, jalur pendidikan kesetaraan menjadi salah satu alternatif bagi anak yang tidak memungkinkan lagi mengikuti pendidikan formal sesuai jenjang usianya.
Di sisi lain, Samsul menambahkan, Dinas Pendidikan masih terus melakukan validasi terhadap data anak putus sekolah yang menjadi dasar pelaksanaan Program Gerbang Asa.
Validasi dilakukan bersama sekolah, pemerintah desa, dan kecamatan untuk memastikan data sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Ia menambahkan, pemerintah juga masih menunggu laporan dari desa dan kecamatan apabila ditemukan anak-anak lain yang belum bersekolah agar segera mendapatkan penanganan.
Samsul memastikan seluruh anak yang kembali mengikuti pendidikan melalui Program Gerbang Asa tidak dipungut biaya.
"Untuk satu dibiayi penuh dari Ibu Bupati karna di sekolah formal, kemudian untuk yang satu melalui dana PKBM sendiri, jadi ya gratis semuanya," pungkas Samsul. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment