Momen Presiden dan Wapres Shalat Idul Fitri Bersama di Masjid Istiqlal

31 Maret 2025 08:28 WIB
Tangkapan layar Presiden RI Prabowo Subianto memasuki ruang ibadah utama Masjid Istiqlal dalam kegiatan Shalat Idul Fitri 1446 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (31/3/2025). ANTARA/Sean Filo Muhamad/Youtube Sekretariat Presiden

JAKARTA, insidepontianak.com - Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka melaksanakan Shalat Idul Fitri bersama-sama dengan masyarakat di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Presiden dan Wapres RI hadir dan memasuki ruang ibadah utama Masjid Istiqlal secara bersama-sama sekitar pukul 06.50 WIB.

Keduanya juga terlihat kompak mengenakan atasan baju muslim putih, serta bawahan celana hitam panjang lengkap dengan songkok hitam yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Presiden dan Wapres RI memasuki ruang ibadah utama Masjid Istiqlal didampingi oleh sejumlah tokoh seperti Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, juga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Terdapat pula beberapa tokoh yang juga hadir lebih awal di antaranya Menteri Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding,

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dan sejumlah tokoh lainnya. Tak lama berselang, shalat Idul Fitri dilaksanakan dengan khidmat.

Diketahui, Kepala Bidang Diklat Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) Mulawarman Hannase mengatakan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1446 H ini dapat diikuti oleh masyarakat luas dan dimulai pukul 07.00 WIB.

Menurut Mulawarman Hannase khatib yang bertugas ialah Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Ahmad Tholabi Kharlie, dengan mengusung tema "Merawat Kemabruran Puasa".

 

 


Penulis : REDAKSI
Editor : Ridwan Name

**Berikut ini adalah Laporan Transparansi insidepontianak.com  sebagai peserta Journalism Trust Initiative (JTI).

Laporan ini dibuat secara otomatis dan berdasarkan kuesioner yang diberikan oleh JTI. Jawaban yang Anda lihat di sini telah kami berikan sebatas pengetahuan kami. 

Journalism Trust Initiative bisa didefinisikan dalam mengukur indikator untuk melihat jurnalisme yang dapat dipercaya dan memberi penghargaan atas kepatuhannya, memberikan manfaat nyata bagi semua media dan mendukung media dalam menciptakan ruang informasi yang sehat.

Dirancang sebagai standar ISO, Journalism Trust Initiative, yang diprakarsai oleh Reporters without borders (RSF), telah dikembangkan oleh panel yang terdiri dari 130 pakar internasional di bawah naungan Komite Eropa untuk Standardisasi (CEN) dan diterbitkan sebagai Perjanjian Lokakarya CWA 17493 untuk memberi penghargaan kepada jurnalisme yang dapat dipercaya dan kepatuhan terhadap norma-norma profesional.


Silahkan klik link di bawah ini untuk melihat secara lengkap: Laporan Transparansi

Leave a comment

iklan

Berita Populer

Seputar Kalbar