UNISMA Gandeng PKK Desa Ketindan Olah Limbah Kopi Jadi Peluang Usaha

13 Agustus 2026 12:50 WIB
Universitas Islam Malang (UNISMA) menggandeng Tim Penggerak PKK (TP PKK) Desa Ketindan mengolah limbah kulit kopi menjadi kombucha. (Istimewa)

MALANG, insidepontianak.com - Universitas Islam Malang (UNISMA) menggandeng Tim Penggerak PKK (TP PKK) Desa Ketindan mengolah limbah kulit kopi menjadi kombucha atau minuman pangan fungsional berbasis probiotik.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut didanai melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Kegiatan berlangsung selama lima bulan, mulai akhir April hingga Agustus 2026. Program ini dirancang sebagai model ekonomi sirkular dengan memanfaatkan potensi lokal Desa Ketindan yang dikenal sebagai salah satu sentra kopi robusta di Kabupaten Malang.

Ketua tim pelaksana, Dina Kartika Sari, dosen Program Studi Agribisnis UNISMA, mengatakan pengolahan limbah kulit kopi menjadi kombucha diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah.

Tetapi juga bisa membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Khususnya perempuan melalui TP PKK.

“Limbah yang tadinya tidak bernilai kini berhasil diubah menjadi produk bernilai tambah yang ramah lingkungan sekaligus berpotensi menjadi produk unggulan baru,” kata Dina, Jumat (7/8/2026).

Menurut dia, pelatihan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan peran perempuan desa agar mampu mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini dapat meningkatkan peran perempuan desa dan berpotensi meningkatkan kesejahteraannya sampai dapat mengelola usaha,” ujarnya.

Dina menjelaskan, program dilakukan secara bertahap agar TP PKK Desa Ketindan dapat berkembang dari kelompok sosial menjadi kelompok ekonomi produktif.

Potensi bahan bakunya cukup besar. Setiap satu ton buah kopi yang dipanen dapat menghasilkan sekitar 400 kilogram limbah kulit kopi.

Selama ini, limbah tersebut berpotensi dibiarkan membusuk dan mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Dalam pelaksanaan program, Dina didampingi Anita Qur'ania dari Program Studi Agroteknologi dan Arief Joko Saputro dari Program Studi Agribisnis.

Dua mahasiswa, M. Alaikal Atiiq dan Muhammad Abdul Adhim A, turut mendukung kegiatan teknis dan dokumentasi hingga tahap evaluasi.

Sementara itu, TP PKK Desa Ketindan yang menjadi mitra program diketuai Riatin dengan dukungan Kepala Desa Ketindan, Artining.

Pengembangan kombucha dari limbah kulit kopi diharapkan menjadi langkah awal bagi Desa Ketindan untuk mengembangkan produk berbasis potensi lokal sekaligus menerapkan prinsip ekonomi sirkular.

Bagi masyarakat desa, program tersebut bukan sekadar menghasilkan minuman baru. Lebih jauh, limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi diubah menjadi produk bernilai tambah, sekaligus membuka peluang bagi TP PKK untuk berkembang menjadi kelompok usaha yang mandiri dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan perempuan desa.***


Penulis : Fauzi/biz
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar