300 Km Jalan Provinsi Rusak Berat, Pemprov Kalbar Butuh Anggaran Besar untuk Perbaikan
PONTIANAK, insidepontianak.com – Sekitar 300 kilometer atau 31 persen jalan provinsi di Kalimantan Barat rusak berat. Total panjang jalan yang rusak itu mencapai 1.503,4 kilometer. Tersebar di 13 kabupaten dan kota. Perbaikannya butuh biaya besar.
Kepala Dinas PUPR Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Perbaikan tidak bisa dilakukan sekaligus. Pengerjaan harus bertahap.
Selain anggaran, luas wilayah juga menjadi tantangan. Kondisi geografis Kalbar didominasi sungai. Sebaran penduduknya terpencar.
“Kondisi ini membuat pembangunan jalan dan jembatan tidak mudah,” ujarnya.
Padahal akses jalan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah provinsi terus mendorong pembangunan untuk membuka konektivitas antarwilayah. Terutama daerah yang sulit dijangkau.
Namun kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Banyak ruas jalan masih berupa tanah dan kerikil. Jika digabung dengan jalan kabupaten dan nasional, kebutuhan perbaikan jauh lebih besar.
“Kerusakan berat sekitar 300 kilometer. Biaya perbaikan bisa lebih dari Rp9 miliar per kilometer,” jelasnya.
Sementara itu, anggaran Bina Marga Dinas PUPR Kalbar hanya berkisar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar per tahun. Relatif kecil. Jauh dari cukup untuk membiayai seluruh pembangunan jalan yang ada.
“Bayangkan, berapa kilometer saja yang bisa diperbaiki setiap tahun dengan anggaran yang ada ini,” ujarnya.
Iskandar menegaskan, keinginan masyarakat agar jalan segera diperbaiki sangat wajar. Sangat dapat dipahami. Apalagi masyarakat membayar pajak. Namun pemerintah harus menyesuaikan pembangunan dengan kemampuan anggaran.
Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut menjaga infrastruktur. Jalan yang sudah dibagian harus dijaga. Agar tidak cepat rusak. Maka, material jangan ditimbun di badan jalan.
Pemprov Kalbar juga menggandeng perusahaan perkebunan dan pertambangan untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. Mereka diminta ikut berkontribusi merawat dan memperbaiki jalan yang digunakan bersama.
“Kita terus berupaya. Infrastruktur jalan dan jembatan tetap jadi fokus untuk mendorong ekonomi masyarakat,” pungkasnya.***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -
Tags :

Leave a comment