Umat Katolik Rayakan Jumat Agung dengan Khusyuk di Gereja Gembala Baik Pontianak

4 April 2026 10:33 WIB
Umat Katolik saat memberikan penghormatan salib dalam rangka peringatan Wafat Yesus Kristus di Gereja Gembala Baik, Seng Hie Pontianak, Jumat (3/4/2026). (insidepontianak.com/Greg)

PONTIANAK, insidepontianak.com - Umat Katolik mengikuti ibadah perayaan Jumat Agung dengan penuh kekhusyukan di Gereja Katolik Gembala Baik, kawasan Seng Hie, Pontianak, Jumat (3/4/2026). 

Sejak siang hari, umat dari berbagai wilayah Kota Pontianak tampak telah berdatangan untuk mengikuti rangkaian liturgi Jumat Agung yang menjadi bagian penting dalam Pekan Suci menjelang Hari Raya Paskah pada, Minggu (5/4/2026).

Ibadah yang mengenangkan sengsara dan wafat Yesus Kristus tersebut berlangsung dalam suasana hening, doa, dan permenungan mendalam.

Sejak awal perayaan, suasana gereja tampak berbeda dari misa pada umumnya. Tak ada lagu pembuka maupun tanda salib di awal ibadah. 

Selanjutnya, umat di Gereja akan mendengarkan Passio atau kisah sengsara Yesus yang dibawakan oleh pemazmur dan Pastor.

Dalam kisah yang dibawakan, bermula dari Yesus yang dikhianati oleh muridnya, Yudas Iskariot, hingga berakhir pada Yesus disalib dan wafat di bukit Golgota (tengkorak).

Adapun liturgi ini dipimpin oleh Pastor Marselinus Aryanto. Dalam homilinya, ia mengajak umat memaknai salib bukan sebagai tanda penderitaan semata, melainkan wujud kasih Allah yang nyata bagi manusia.

“Salib dalam iman Kristiani adalah tahta kasih Allah," kata Pastor Marsel.

Di sanalah pengorbanan Yesus menjadi tanda bahwa Allah hadir dan menyelamatkan manusia bukan dari jauh, tetapi masuk dalam kehidupan dan penderitaan manusia.

Ia menambahkan, Jumat Agung juga mengajarkan umat untuk belajar hening di hadapan Tuhan. 

Menurutnya, Allah kerap berbicara melalui keheningan, sebagaimana Yesus yang tidak banyak berkata saat menghadapi pengadilan hingga penyaliban.

“Dalam keheningan, kita diajak merenungkan kasih Tuhan dan memberi ruang bagi Tuhan bekerja di dalam hati kita,” katanya.

Kekhusyukan ibadah turut dirasakan umat yang hadir. Valencia misalnya, ia mengaku suasana Jumat Agung selalu membawa dirinya pada refleksi mendalam tentang iman dan pengorbanan.

“Suasananya sangat tenang dan menyentuh. Saat penghormatan salib, kita benar-benar diajak mengingat pengorbanan Yesus untuk manusia,” ujarnya.

Sementara itu, ia mengungkapkan, perayaan Jumat Agung menjadi momentum penting untuk memperbaiki diri dan memperdalam kehidupan rohani.

“Pesan yang disampaikan mengingatkan kita untuk belajar mengampuni dan hidup dengan kasih,” katanya.

Rangkaian ibadah berlangsung tertib, mulai dari Liturgi Sabda, doa umat, penghormatan salib, hingga penerimaan komuni suci. 

Perayaan Jumat Agung merupakan bagian dari rangkaian Pekan Suci umat Katolik menjelang Hari Raya Paskah, yang akan dirayakan sebagai peringatan kebangkitan Yesus Kristus. 

Suasana khusyuk yang menyelimuti perayaan menjadi momen refleksi iman bagi umat sebelum memasuki sukacita Paskah. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar