Jembatan Desa Kubu Ambruk Diterjang Arus, Bupati Sujiwo Pastikan Dibangun Tahun Depan

20 Mei 2026 13:15 WIB
Kondisi jembatan di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kubu Raya yang ambruk. (Istimewa)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Jembatan utama di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, ambruk, pada Rabu (20/5/2026) dini hari.

Jembatan itu merupakan akses vital masyarakat dan jalur utama aktivitas ekonomi warga di kawasan pesisir. Kepala Desa Kubu, Hermawansyah mengatakan, kondisi jembatan memang sudah memprihatinkan dan tidak lagi kokoh.

“Rencana pembangunan sebenarnya sudah lama, tapi terus tertunda hingga akhirnya roboh,” ujarnya.

Jembatan diduga ambruk setelah struktur penyangga terdorong bongkahan apung atau batang nipah yang terbawa arus sungai. Beruntung saat kejadian tidak ada warga yang melintas.

“Tidak ada korban,” katanya.

Jembatan tersebut menjadi akses utama warga Desa Kubu serta sejumlah wilayah sekitar seperti Teluk Nangka, Jangkang I, Jangkang II, hingga Kampung Baru menuju penyeberangan Sungai Bulan ke Rasau Jaya dan ke Pontianak.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, turun langsung meninjau lokasi pasca-ambruknya jembatan. Ia memastikan pemerintah daerah segera mengambil langkah darurat agar mobilitas masyarakat tetap berjalan.

“Kita gunakan dulu jembatan di sebelahnya. Nanti diperkuat sambil menunggu pembangunan jembatan baru,” kata Sujiwo.

Ia mengungkapkan, pembangunan jembatan permanen telah dibahas bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Proyek itu ditargetkan mulai direalisasikan tahun depan.

“Saya sudah bertemu Pak Gubernur Ria Norsan. Pembangunan jembatan ini sudah terplotting tahun depan dengan anggaran sekitar Rp25 miliar,” ujarnya.

Sujiwo meminta masyarakat bersabar karena pembangunan jembatan bentang lebar membutuhkan proses dan waktu. Ia menegaskan akan mengawal proyek tersebut hingga terealisasi.

Sementara itu, Dinas PUPR diminta segera membongkar sisa konstruksi jembatan yang roboh agar tidak mengganggu jalur transportasi sungai.

“Kalau hari ini bisa dibongkar, kita bongkar. Jalur sungai ini juga dipakai transportasi air dan jangan sampai membahayakan,” tegasnya.***


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar