Blackout di Pontianak Buat 9 Arwana Milik Warga Mati, Klaim Kerugian Rp90 Juta

7 Juli 2026 16:12 WIB
Ilustrasi

PONTIANAK, insidepontianak.com -  Blackout yang masih menghantui Kota Pontianak kembali memunculkan cerita pilu dari warga. Kali ini datang dari Hendry Pangestu Lim, pemilik ikan hias jenis arwana.

Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat sembilan ekor ikan arwana miliknya mati.

Nilainya pun tak main-main. Hendry menaksir kerugian yang dialaminya mencapai Rp90 juta, lantaran setiap ekor arwana bernilai sekitar Rp10 juta.

“Yang mati sembilan ekor. Satu ekor sekitar Rp10 juta,” ujar Hendry, Selasa (7/7/2026).

Bagi Hendry, kerugian itu bukan sekadar kehilangan ikan hias. Arwana yang dipeliharanya merupakan aset bernilai tinggi yang membutuhkan pasokan listrik stabil untuk menjaga kualitas air dan sistem pendukung kehidupan ikan.

Merasa dirugikan, Hendry memilih menempuh jalur hukum. Ia mengaku telah menunjuk kuasa hukum untuk menyampaikan surat kepada PLN dengan harapan perusahaan memberikan pertanggungjawaban atas kerugian yang dialaminya.

“Kami sudah siapkan kuasa hukum. Mudah-mudahan ada kompensasi,” katanya.

Selain itu, ia mengaku keluarganya juga ikut terdampak. Pasalnya, saat pemadaman berlangsung, Hendry bersama keluarga terpaksa menginap di hotel selama dua malam, karena memiliki bayi yang baru berusia tiga hari.

Menurutnya, kondisi rumah tanpa listrik membuat suhu menjadi sangat panas dan berisiko bagi sang bayi.

“Kami sampai menginap dua malam. Bayinya baru tiga hari, tidak kuat kalau di rumah tanpa listrik,” tuturnya.

Hendry mengaku kecewa karena hingga kini belum memperoleh penjelasan yang dianggap memuaskan terkait penyebab blackout yang berulang kali terjadi di Pontianak.

“Yang tahu penyebabnya hanya PLN. Kami sebagai pelanggan hanya menerima dampaknya,” ujarnya.

Kasus yang dialami Hendry menambah panjang daftar kerugian akibat blackout di Pontianak. 

Sebelumnya, pemadaman berkepanjangan juga dikeluhkan pelaku UMKM, rumah tangga hingga masyarakat yang aktivitas sehari-harinya bergantung pada pasokan listrik. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar