Pemanfaatan Eco Enzyme Tingkatkan Kualitas Air Parit di Pontianak
PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemanfaatan eco enzyme oleh Pemerintah Kota Pontianak dalam memperbaiki ekosistem parit mulai menunjukkan hasil positif.
Berdasarkan uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kualitas air di Parit Sungai Bangkong membaik hingga 30-50 persen setelah beberapa pekan ditaburi cairan organik tersebut.
Kadar oksigen terlarut (DO) meningkat, sementara kandungan zat pencemar (BOD dan COD) serta kadar nitrat turun drastis hingga mendekati 50 persen. Tren ini memperkecil potensi pertumbuhan alga liar yang merusak perairan.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut baik capaian ini. "Hasil ini membuktikan eco enzyme memberikan dampak nyata pada perbaikan kualitas air," ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Aksi penaburan eco enzyme juga dilakukan di Parit Jalan HOS Cokroaminoto sebagai bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP Negeri 1 Pontianak.
Pemerintah Kota Pontianak sengaja melibatkan pelajar dalam gerakan ini. Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.
"Kita ajak pelajar dari TK sampai SMA untuk bersama menjaga lingkungan. Warga juga kami minta kurangi timbunan sampah ke TPA," tuturnya.
Kepala SMP Negeri 1 Pontianak, Kiswanti, menjelaskan, aksi ini sejalan dengan tema "MPLS Ramah, Hijau, dan Berkarakter."
Menariknya, cairan organik yang digunakan merupakan hasil produksi mandiri sekolah yang telah dibuat sejak Februari 2026. Total ada 386 liter eco enzyme yang diproduksi secara gotong royong oleh para siswa dan guru. Program ini juga menjadi pembuktian komitmen mereka menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri.
Gerakan ini pun disambut antusias oleh para siswa. Isabel Dhani, siswi kelas VIII, mengaku senang bisa berkontribusi langsung dan tertarik menjajalnya di rumah.
"Kami senang terlibat dalam aksi ini. Ternyata sisa kulit buah bisa dimanfaatkan untuk menjernihkan selokan yang tercemar," ungkap Isabel bangga.***
Penulis : Abdul Halikurrahman/ril
Editor : -

Leave a comment