Ferry Bardan-Siantan Mangkrak Sejak Mei, Zulfydar Soroti Lambannya Penanganan
PONTIANAK, insidepontianak.com – Ketua Fraksi PAN DPRD Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar, menyoroti lambannya penanganan pemerintah pusat terhadap kerusakan dermaga ferry penyeberangan Bardan-Siantan, Kota Pontianak.
Dermaga tersebut telah berhenti beroperasi sejak Mei 2026 karena kondisi struktur yang dinilai membahayakan. Namun, hingga kini perbaikan belum juga dilakukan.
Zulfydar mempertanyakan respons Kementerian Perhubungan terhadap kondisi tersebut. Menurut dia, penghentian operasional dermaga mulai memberikan dampak terhadap kelancaran lalu lintas di Kota Pontianak.
Pasalnya, kendaraan yang sebelumnya menggunakan jasa penyeberangan ferry kini harus melalui jembatan Kapuas. Kondisi itu membuat arus kendaraan menumpuk dan berpotensi memperparah kemacetan.
“Saya cukup heran, Kementerian Perhubungan saya melihat tidak ada gerakan untuk memantau atau melihat eskalasi kebutuhan masyarakat di Kota Pontianak,” kata Zulfydar.
Menurut dia, keberadaan penyeberangan ferry sangat dibutuhkan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Wakil rakyat dapil Kota Pontianak ini menilai pemerintah tidak dirugikan jika kembali mengoperasikan layanan penyeberangan tersebut setelah infrastrukturnya diperbaiki. Sebab, masyarakat selama ini tetap membayar jasa penyeberangan.
Menurutnya pendapatan dari jasa penyeberangan yang selama ini dibayarkan masyarakat semestinya menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk memastikan fasilitas tersebut tetap layak dan aman digunakan.
“Pemerintah pusat harus melihat ini sebagai bagian dari kepentingan masyarakat banyak. Saya berharap Kementerian Perhubungan segera memantau dan mengantisipasi agar kondisi dermaga tidak semakin rusak dan sulit diperbaiki,” pungkas Zulfydar.(Andi)
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment