Karhutla di Sanggau Capai 260 Hektare, BPBD Kalbar Pantau Ketat Sebaran Hotspot

24 Agustus 2026 13:23 WIB
Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar, Daniel. (Insidepontianak.com/Andi Ridwansyah)

SANGGAU, insidepontianak.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau telah melahap sekitar 260 hektare areal.

Angka tersebut membuat Sanggau menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat.

Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar, Daniel mengungkapkan, hasil pemantauan per 23 Agustus 2026, terdeteksi sebanyak 34 titik panas (hotspot) di wilayah Sanggau-Sekadau.

“Seluruhnya masuk dalam kategori titik panas menengah,” jelas Daniel, Senin (24/8/2026).

Namun lanjutnya, titik panas yang terdeteksi oleh BMKG belum tentu menandakan adanya kebakaran aktif di lapangan. Oleh karena itu, verifikasi secara langsung perlu dilakukan.

"Itulah pentingnya peran tim satgas darat dan udara untuk memverifikasi kondisi riil di lokasi," ujarnya.

Apabila hasil verifikasi memastikan adanya kobaran api, petugas akan langsung mengukur luasan lahan untuk menentukan skala dan metode penanganan yang tepat dan cepat.

"Jika dipastikan ada api dengan luasan tertentu, kami segera menurunkan tim ke lokasi," tegasnya.

Langkah cepat dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas, terutama di tengah kondisi cuaca kering. Kolaborasi antar-instansi pun menjadi kunci utama dalam penanggulangan karhutla.

“Sinergi satgas darat dan udara sangat penting untuk mempercepat deteksi serta pemadaman karhutla di lapangan,” pungkasnya.

Daniel menambahkan, jumlah titik panas di Kabupaten Sanggau sebenarnya masih relatif lebih rendah dibandingkan Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya. Meski begitu, ketiga daerah tersebut tetap dalam pemantauan ketat.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar