Api Karhutla Dekati Rumah Warga, Ibu Hamil dan Balita di Wonodadi Kubu Raya Terpaksa Mengungsi

30 Agustus 2026 13:01 WIB
Tampak asap dari kobaran api mendekati rumah warga di Jalan Wonodadi 2 Kubu Raya/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Wonodadi 2, Gang Permata, Kabupaten Kubu Raya, semakin mengkhawatirkan.

Kobaran api bahkan mendekati permukiman warga. Kondisi ini membuat dua keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena lokasi kebakaran berada sangat dekat dengan rumah mereka.

Satu di antara warga terdampak, Ririn, mengatakan dua rumah tersebut dihuni oleh keluarga yang memiliki kondisi rentan, yakni seorang ibu yang sedang hamil besar dan keluarga yang memiliki balita.

"Ada dua rumah yang mengungsi ke rumah kerabat. Satu rumah ada yang hamil dan satunya ada balita," kata Ririn kepada insidepontianak.com, Minggu (30/8/2026).

Menurut Ririn, sebagian besar rumah warga di Jalan Wonodadi 2 berada tidak jauh dari lokasi lahan yang terbakar. Namun, kondisi paling mengkhawatirkan terjadi pada dua rumah yang jaraknya kurang dari satu meter dari kobaran api.

"Rata-rata rumah kami dekat dengan kobaran api. Namun rumah yang ada ibu hamil dan balita itu, api tidak sampai satu meter dari dapur rumah mereka. Makanya terpaksa mereka mengungsi," ujarnya.

Warga pun kini membutuhkan bantuan, terutama air bersih untuk membantu proses pemadaman sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ririn menyebut kondisi di kawasan Wonodadi 2 cukup kering. Warga kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan api yang terus merembet.

"Kami mohon bantuan air bersih dan obat-obatan seperti minyak kayu putih," tuturnya.

Ia menjelaskan, kebakaran diduga bermula dari pembakaran lahan yang belum diketahui siapa pelakunya. Api kemudian semakin meluas setelah tertiup angin dan bergerak mendekati kawasan permukiman.

Warga sebenarnya berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Namun, keterbatasan air membuat upaya tersebut tidak maksimal.

"Mau dipadamkan warga juga tidak ada air. Kami sangat-sangat takut api membakar rumah karena lokasi rumah dengan lokasi kebakaran lahan sangat dekat," katanya.

Warga berharap bantuan segera datang, terutama pasokan air bersih dan dukungan untuk mengantisipasi api agar tidak semakin mendekati permukiman. (dina)


Penulis : Dina Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar