Angkat Koper Lebih Awal! Ginting Tersingkir di Kualifikasi Indonesia Masters Pontianak
PONTIANAK, insidepontianak.com — Kejutan besar mewarnai babak kualifikasi Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Pebulutangkis andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, harus angkat koper lebih awal setelah langkahnya dihentikan wakil Chinese Taipei, Cheng Ju-Sheng, di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Rabu (2/9/2026).
Ginting yang kini berada di peringkat 47 dunia secara mengejutkan tak mampu melewati hadangan Cheng Ju-Sheng yang menempati peringkat 98 dunia. Dalam pertandingan dua gim, Ginting menyerah 15-21 dan 17-21.
Hasil tersebut menjadi kejutan tersendiri mengingat Ginting memiliki posisi ranking yang jauh lebih tinggi serta pengalaman panjang di panggung bulutangkis internasional.
Sejak gim pertama, Ginting terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Ia langsung tertinggal 1-7. Sempat berusaha mengejar dan memperkecil jarak menjadi 5-9, Ginting kembali tertinggal 7-11.
Cheng mampu mempertahankan konsistensinya dan terus mengontrol jalannya pertandingan. Ginting tertinggal 12-16 hingga 13-19 sebelum akhirnya gim pertama ditutup Cheng dengan kemenangan 21-15.
Memasuki gim kedua, Ginting kembali berada dalam tekanan. Ia tertinggal cepat 1-7 dan harus bekerja keras mengejar perolehan angka.
Perlahan permainan Ginting mulai menemukan bentuk. Dari posisi 7-11, ia mampu bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 13-13.
Namun, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan. Cheng kembali menjauh hingga 14-19. Ginting pun akhirnya harus menyerah 17-21 dan mengakhiri perjuangannya di Pontianak.
Usai pertandingan, Ginting mengakui Cheng tampil cukup baik. Di sisi lain, ia menyebut banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga kesulitan menemukan ritme dan strategi permainan.
"Hari pertama musuh memainkan cukup baik. Sebaliknya saya banyak melakukan kesalahan sendiri, kurang bisa menemukan ritme dan strategi yang tepat," ujar Ginting.
Ginting sebenarnya sudah menyiapkan gambaran permainan sebelum pertandingan. Namun, strategi yang telah dirancang tidak berjalan sesuai harapan ketika diterapkan di lapangan.
"Semalam ada gambaran hari ini mau main apa. Cuma tadi begitu di lapangan dari awal sampai akhir, sempat ketemu caranya, cuma hilang lagi," katanya.
Selain persoalan teknis, kondisi kabut asap yang menyelimuti Pontianak juga turut dirasakan Ginting saat pertandingan. Meski demikian, ia menilai tidak ada faktor luar lapangan lain yang menjadi kendala berarti.
"Nggak ada sih, paling cuma itu doang asap ya, cukup berasa juga hari ini di lapangan," ungkapnya.
Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 juga menjadi debut Ginting di turnamen level Super 100. Ia sebelumnya belum tampil dalam rangkaian Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang digelar sepekan sebelumnya.
"Saya baru main di Super 100 ini, kalau yang lain sudah banyak di Challenge kemarin. Jadi memang sisanya tidak ada, semua aman kayak biasanya," jelasnya.
Kekalahan tersebut membuat Ginting gagal melanjutkan perjuangan ke babak utama. Sebaliknya, Cheng Ju-Sheng melangkah ke fase berikutnya setelah menciptakan salah satu kejutan pada babak kualifikasi.
Tersingkirnya Ginting menjadi salah satu hasil paling mencolok pada hari pertama persaingan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Turnamen yang berlangsung hingga 6 September tersebut menjadi panggung bagi para pebulutangkis dari berbagai negara untuk memburu gelar, hadiah, sekaligus tambahan poin ranking BWF. (Andi)
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment