KMKS Desak Askab PSSI Sambas Klarifikasi Daftar Hitam Pemain

2 April 2026 16:57 WIB
Ilustrasi. (Istimewa)

SAMBAS, insidepontianak.com – Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) mendesak Asosiasi Kabupaten PSSI Sambas segera memberikan klarifikasi terbuka terkait beredarnya daftar hitam terhadap enam pemain sepak bola lokal.

Informasi ini menuai polemik. Dinilai dilakukan sepihak dan tidak transparan. Ketua KMKS, Azwar Abu Bakar, mengatakan keenam pemain tersebut dikabarkan dilarang mengikuti turnamen antarkampung (tarkam) di wilayah Sambas.

Dampaknya, aktivitas mereka di dunia sepak bola lokal terganggu. Isu ini mencuat setelah sanksi beredar tanpa penjelasan resmi. Daftar hitam disebut muncul usai bergulirnya Liga 4 Zona Kalimantan Barat.

Azwar menilai langkah Askab tidak proporsional. Bahkan dinilai mencederai prinsip keadilan dalam pembinaan olahraga.

“Kalau memang ada pelanggaran, harus diselesaikan melalui mekanisme yang jelas, terbuka, dan adil. Pemain berhak tahu tuduhan dan diberi ruang membela diri,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, federasi seharusnya menjadi pembina dan pelindung atlet. Bukan mengeluarkan kebijakan yang merugikan tanpa dasar yang jelas.

KMKS juga menilai kebijakan blacklist tanpa aturan yang transparan berpotensi menghambat perkembangan pemain lokal.

“Keputusan ini tidak adil. Harus ada transparansi dan penjelasan yang jelas kepada pemain,” tegasnya.

Kebijakan tersebut memicu sorotan publik. Protes bermunculan dari masyarakat dan pecinta sepak bola daerah.

Bahkan, muncul petisi daring di Change.org dengan tagline: GANTI KETUA ASKAB SAMBAS. Bentuk ketidakpercayaan terhadap kebijakan itu.

KMKS mendesak Askab PSSI Sambas segera membuka ruang dialog dengan para pemain terdampak dan meninjau ulang kebijakan tersebut.

“Kami minta ada penjelasan resmi. Kalau tidak, gelombang protes akan terus meluas,” pungkasnya.***


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar