Kemarau Ancam Produktivitas Padi di Sambas, Pompa Air Jadi Soulsi
SAMBAS, insidepontianak.com – Intensitas panas matahari yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir mulai mengancam produktivitas lahan pertanian di Kabupaten Sambas.
Kondisi musim kemarau yang berkepanjangan berdampak langsung pada ketersediaan air, terutama bagi tanaman padi yang tengah memasuki fase pertumbuhan krusial.
Untuk mengantisipasi potensi gagal panen, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DistanKP) Kabupaten Sambas mengerahkan ratusan unit pompa air guna menjaga pasokan air di lahan persawahan milik petani.
Saat ini, sekitar 5 persen lahan padi di Kabupaten Sambas berada pada masa pertumbuhan kritis, yakni usia 40 hingga 50 hari setelah tanam. Pada fase ini, tanaman membutuhkan asupan air yang cukup tinggi agar dapat tumbuh optimal.
Kepala DistanKP Kabupaten Sambas, Apriadi, mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan produksi padi tahun ini akan berjalan normal. Namun, ia memperkirakan dampak kemarau tetap akan berpengaruh terhadap hasil panen.
“Kalau kondisi ini terus berlanjut, kemungkinan akan terjadi penurunan produksi. Memang tidak drastis, tapi minimal bisa turun sekitar 10 persen dari target normal,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Sebagai langkah antisipasi, sejak tahun 2025 DistanKP telah menyalurkan sekitar 500 hingga 600 unit pompa air kepada kelompok tani. Pompa tersebut terdiri dari mesin berbahan bakar gas maupun BBM, yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil sumber air di sekitar lahan pertanian.
“Upaya yang kita lakukan adalah mengaktifkan kembali pompa-pompa air yang sudah diberikan kepada kelompok tani, sehingga kebutuhan air untuk tanaman padi tetap bisa terpenuhi,” jelas Apriadi.
Selain itu, koordinasi antara penyuluh pertanian dan kelompok tani juga terus ditingkatkan guna memetakan sumber-sumber air yang masih tersedia.
"Meskipun hujan mulai turun di beberapa wilayah, distribusinya belum merata sehingga belum mampu sepenuhnya mengatasi kekeringan, " pungkasnya. (*)
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment