Harga Gabah Naik hingga Rp7.000, Petani di Sambas Bergairah Meski Irigasi Bermasalah

25 April 2026 12:03 WIB
Gudang penggilingan padi di Kecamatan Semparuk, Sambas. (Insidepontianak.com/Antonia Sentia)

SAMBAS, insidepontianak.com – Harga gabah kering di Kabupaten Sambas terus merangkak naik. Di tingkat petani mencapai Rp6.800 per kilogram. Di gudang, lebih tinggi. Menyentuh Rp7.000 per kilogram.

Kenaikan ini memberi angin segar bagi petani. Ada harapan ekonomi tumbuh di tengah tekanan biaya hidup yang juga terus meningkat.

Sukiman, pemilik penggilingan padi di Kecamatan Semparuk, mengatakan kenaikan harga gabah kering mulai terasa sejak 9 April lalu.

“Kalau sebelumnya, harga gabah di petani sekitar Rp6.500 per kilogram, dan di gudang sekitar Rp6.675 per kilogram,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, harga gabah yang membaik membuat petani kembali bersemangat. Namun, persoalan di lapangan belum tuntas.

“Kendala utama petani saat ini ada pada saluran irigasi, khususnya saluran sekunder yang belum optimal,” ujarnya.

Kondisi itu membuat produksi padi belum maksimal, terutama saat musim kemarau. Sawah dan ladang kerap kekeringan karena sistem irigasi belum memadai.

Karena itu, program ketahanan pangan yang digaungkan pemerintah diharapkan menyasar pembangunan irigasi agar produksi dan panen meningkat.

“Petani sangat mendukung program kedaulatan pangan nasional,” pungkasnya.***


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar