Tak Cukup Ditindak, Balap Liar di Taman Lunggi Butuh Solusi Jangka Panjang
SAMBAS, insidepontianak.com – Aksi balap liar di kawasan Taman Lunggi masih kerap terjadi Penindakan aparat dinilai belum memberi efek jera.
Priya Mitra Jaweda, mahasiswa asal Sambas, menyebut aksi ugal-ugalan itu mayoritas melibatkan remaja. Ini menunjukkan minimnya ruang ekspresi bagi generasi muda.
Akibatnya, ruang publik seperti Taman Lunggi pun kerap beralih fungsi menjadi arena balap liar. Mebahayakan dan meresahkan.
“Artinya ada potensi besar anak muda yang tidak terarah,” ujarnya.
Menurutnya, langkah polisi yang rutin membubarkan dan menilang pelaku belum cukup efektif. Penindakan hanya menghentikan sementara.
“Faktanya, balap liar tetap terjadi meski patroli sering dilakukan,” tambahnya.
Karena itu, pemerintah didorong menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satunya menghadirkan ruang ekspresi yang tepat bagi remaja, terutama yang memiliki minat di bidang otomotif.
“Perlu ada wadah resmi agar minat mereka tersalurkan secara aman dan positif,” ujarnya.
Selain itu, ruang publik seperti Taman Lunggi perlu dihidupkan dengan kegiatan seni dan budaya agar tidak disalahgunakan.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dengan melibatkan tokoh pemuda dan organisasi mahasiswa untuk membangun kesadaran di kalangan komunitas motor.
“Kita ingin Sambas tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga dari kualitas generasi mudanya,” pungkasnya.***
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -
Tags :

Leave a comment