Ratusan Barang Ilegal asal Malaysia Dimusnahkan di Aruk Sambas

28 April 2026 13:22 WIB
Ratusan barang ilegal asal Malaysia yang diseludupkan di PLBN Aruk dimusnahkan, Senin (27/4/2026).

SAMBAS, insidepontianak.com - Upaya mencegah masuknya hama dan penyakit lintas negara terus diperketat. Balai Karantina Kalimantan Barat memusnahkan ratusan komoditas ilegal asal Malaysia yang diselundupkan melalui PLBN Aruk, Kabupaten Sambas, setelah terbukti tidak memiliki dokumen resmi dan berpotensi membahayakan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. 

Adapun komoditas yang dimusnahkan meliputi sekitar 300 batang bibit tanaman seperti nanas, kelapa, dan kelapa sawit. Selain itu, terdapat 15 kilogram daging berbagai jenis, termasuk daging sapi dan kelelawar, serta 240 paket daging babi olahan.

Dari sektor perikanan, petugas juga memusnahkan ikan asin dan udang dengan total berat sekitar 100 kilogram.

Kepala Karantina Kalimantan Barat, Ferdi, menegaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan bentuk komitmen negara dalam melindungi wilayah dari ancaman penyakit lintas batas.

“Ini menjadi peringatan keras bahwa tidak ada toleransi bagi komoditas ilegal yang berpotensi membahayakan kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan di Kalbar,” ujarnya, Selasa (28/4/2026). 

Ia menjelaskan, seluruh barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan selama periode Januari hingga Maret 2026. Sebelum dimusnahkan, komoditas tersebut telah melalui proses penahanan karena tidak memenuhi persyaratan administratif dan teknis sesuai aturan karantina.

Kata dia, pemusnahan dilakukan dengan metode pembakaran dan penghancuran sesuai standar operasional. 

"Langkah ini diambil untuk memastikan barang-barang tersebut tidak lagi berpotensi menyebarkan Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK), maupun Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), " jelasnya. 

Ferdi menambahkan, keberhasilan pengawasan ini tidak terlepas dari sinergi lintas instansi di kawasan perbatasan serta peran aktif masyarakat.

“Kami akan terus memperkuat pengawasan di seluruh jalur masuk komoditas dari luar negeri demi menjaga keamanan hayati dan ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar