Banjir hingga Karhutla Menjadi Bencana Langganan di Sanggau
SANGGAU, insidepontianak.com -- Bencana banjir, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kekeringan dan tanah longsor menjadi ancaman serius bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sanggau. Keempat bencana tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari ulah manusia, perubahan iklim ekstrem dan kondusif geografis.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro mengatakan bencana banjir menempati urutan pertama sebagai bencana paling sering terjadi di Kabupaten Sanggau.
“Banjir merupakan bencana yang hampir terjadi setiap tahun di wilayah Sanggau terutama saat curah hujan tinggi,” kata Hendro kepada insidepontianak.com Rabu (22/4/2026).
Selanjutnya, bencana Karhutla berada di posisi kedua dengan dampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang ditimbulkan.
Tingginya Karhutla di Sanggau dipengaruhi oleh aktivitas perkebunan yang masih menggunakan cara-cara tradisional untuk membersihkan lahan, pelaku mulai individu masyarakat hingga korporasi.
"Kebakaran hutan dan lahan juga menjadi ancaman serius saat musim kemarau panjang tiba dan Pencegahan harus menjadi prioritas, terutama dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar yang berisiko besar’,” ujarnya.
Kemudian, bencana kekeringan menempati urutan ketiga dan urutan keempat bencana tanah longsor menjadi bencana yang sering terjadi di berbagai wilayah di Kabupaten Sanggau.
Hendro menuturkan, kondisi Kabupaten Sanggau yang rentan terhadap berbagai ancaman bencana menjadi pengingat untuk masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan setiap saat.
Selain itu, masyarakat juga perlu turut menjaga kelestarian lingkungan agar dapat mengurangi intensitas dan dampak bencana alam.
"Selain usaha dari pemerintah daerah yang terus berupaya memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana, masyarakat juga harus terlibat aktif. Peran masyarakat bisa dimulai dari tetap menjaga kelestarian alam," pungkasnya. (*)
Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment