Pemprov Kalbar Dorong RSUD Sanggau Jadi Rumah Sakit Rujukan, Kurangi Beban RSUD Soedarso

2 September 2026 14:01 WIB
Gubernur Kalbar, Ria Norsan. (Istimewa)

SANGGAU, insidepontianak.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) berkomitmen memperkuat pemerataan layanan kesehatan di berbagai daerah. Salah satu langkah yang didorong yakni meningkatkan kapasitas RSUD Sanggau agar ke depan mampu menjadi rumah sakit rujukan bagi sejumlah kabupaten di wilayah timur Kalbar.

Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi penumpukan rujukan di RSUD Soedarso Pontianak. Dengan semakin kuatnya fasilitas dan sumber daya manusia di rumah sakit daerah, masyarakat di Sanggau dan kabupaten sekitar diharapkan tidak harus selalu menempuh perjalanan jauh ke Pontianak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan.

Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan, secara fasilitas, RSUD Sanggau saat ini sudah cukup memadai untuk rumah sakit dengan klasifikasi tipe C. Bahkan, sejumlah peralatan medis yang dimiliki rumah sakit tersebut dinilai menjadi modal penting apabila ke depan dilakukan peningkatan status menjadi tipe B.

"Fasilitas di RSUD Sanggau sendiri telah cukup memadai. Namun akan kita perkuatmungkin alat-alatnya sudah memadai semua," ujar Ria Norsan.

Menurutnya, RSUD Sanggau saat ini telah memiliki sejumlah fasilitas kesehatan penunjang, di antaranya CT Scan dan Cathlab. Selain itu, pelayanan rumah sakit juga diperkuat dengan keberadaan sekitar 30 dokter spesialis.

"Untuk sekarang RSUD ini sudah memiliki beberapa alat kesehatan seperti CT Scan, Cathlab dan lainnya serta juga sudah ditunjang dengan dokter spesialis sebanyak 30 orang," ungkapnya.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum RSUD Sanggau. Salah satunya berkaitan dengan kapasitas tempat tidur serta kelengkapan dokter spesialis.

Ria Norsan menyebut, rumah sakit tipe B setidaknya membutuhkan kapasitas rawat inap sekitar 300 hingga 400 tempat tidur. Sementara itu, kelengkapan tenaga dokter spesialis juga menjadi salah satu persyaratan yang masih perlu dipenuhi.

"Syarat untuk berdirinya tipe B itu minimal memiliki tempat rawat inap sekitar 300 sampai 400 tempat tidur dan dokter spesialisnya harus lengkap, sehingga masih kurang sedikit lagi," jelasnya.
 
Pemprov Kalbar, kata Norsan, akan melihat kemampuan keuangan daerah untuk menentukan dukungan yang dapat diberikan terhadap pengembangan RSUD Sanggau. Namun, ia memastikan pemerintah provinsi tetap berkomitmen membantu apabila diperlukan.

"Nah, nanti kita lihat kemampuan keuangan provinsi. Tapi kita tetap support, kalau memang harus kita bantu, ya kita bantu nanti," katanya.

Penguatan RSUD Sanggau diharapkan menjadi bagian dari strategi Pemprov Kalbar dalam membangun sistem rujukan yang lebih merata. Dengan adanya rumah sakit rujukan regional di Sanggau, pasien dari sejumlah kabupaten di sekitar wilayah tersebut tidak harus seluruhnya dirujuk ke RSUD Soedarso di Pontianak.

"Ini untuk memecah supaya tidak semua dirujuk ke RS Soedarso di provinsi. Jadi untuk daerah di sekitar Kabupaten Sanggau seperti Landak, Sekadau, termasuk juga Melawi, maka RSUD Sanggau ini kita usahakan menjadi RS rujukan," tegas Ria Norsan.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi beban RSUD Soedarso, tetapi juga memperpendek jarak pelayanan bagi masyarakat di wilayah timur Kalimantan Barat.

Pemerataan fasilitas, tenaga medis, serta kemampuan rumah sakit daerah menjadi kunci agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat dan berkualitas tanpa harus selalu bergantung pada rumah sakit rujukan di ibu kota provinsi. (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar