Pemprov Kalbar Dorong Kopdes Sanggau Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Desa
SANGGAU, insidepontianak.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong Koperasi Desa (Kopdes) di Kabupaten Sanggau mengembangkan usaha berbasis potensi masing-masing desa.
Langkah ini dinilai penting agar koperasi tidak sekadar hadir sebagai kelembagaan, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi dan memperkuat kemandirian masyarakat.
Dari total 169 desa di Kabupaten Sanggau, sebanyak 97 Kopdes saat ini masuk dalam proses pembangunan gedung.
Pemprov Kalbar menilai pembangunan fisik tersebut harus diikuti dengan kesiapan usaha dan pengelolaan koperasi agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepala Bidang Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Barat, Edy Gunawan, mengatakan setiap desa memiliki karakter serta potensi ekonomi yang berbeda. Karena itu, pola pengembangan usaha Kopdes tidak bisa dilakukan secara seragam.
Menurut Edy, pemetaan potensi desa menjadi langkah penting sebelum koperasi menentukan jenis usaha yang akan dikembangkan.
Potensi komoditas, kebutuhan masyarakat, hingga peluang pasar harus menjadi pertimbangan agar usaha koperasi dapat tumbuh secara berkelanjutan.
"Setiap desa memiliki potensi yang berbeda, sehingga perlu dilakukan pemetaan potensi desa untuk melihat usaha apa yang paling tepat dikembangkan," ujar Edy.
Ia menjelaskan, pengembangan usaha Kopdes juga dapat mengacu pada sektor-sektor yang telah diarahkan Kementerian Koperasi. Namun, penerapannya tetap harus disesuaikan dengan karakteristik dan kekuatan ekonomi masing-masing wilayah.
Sejumlah pengembangan usaha berbasis potensi daerah telah dilakukan di beberapa kabupaten di Kalimantan Barat. Di Bengkayang, misalnya, terdapat upaya mengembangkan komoditas cangkang sawit. Sementara di Sambas, pengembangan diarahkan pada komoditas beras.
Selain komoditas unggulan, sektor perdagangan kebutuhan pokok atau sembako juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui koperasi desa.
Model tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi Kopdes di Sanggau untuk menemukan sektor usaha yang paling sesuai dengan potensi lokal sekaligus kebutuhan masyarakat.
Jangan Berhenti di Pembangunan Gedung
Pemprov Kalbar menegaskan pembangunan gedung Kopdes bukan menjadi tujuan akhir. Setelah bangunan selesai, tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi mampu menjalankan kegiatan usaha secara produktif.
Koperasi membutuhkan kelembagaan yang kuat, pengurus yang mampu mengelola usaha, serta strategi bisnis yang jelas. Karena itu, pembinaan akan terus dilakukan agar Kopdes tidak hanya aktif secara administratif, tetapi benar-benar mampu menghasilkan manfaat ekonomi.
Pengawasan pembangunan dilakukan secara bersama antara Pemprov Kalbar dan pemerintah kabupaten/kota. Sementara pembinaan koperasi secara langsung berada di pemerintah kabupaten/kota.
Dengan 97 Kopdes yang kini masuk tahap pembangunan di Sanggau, pemerintah berharap momentum tersebut dapat menjadi awal penguatan ekonomi desa.
Kopdes diharapkan mampu menjadi wadah masyarakat mengembangkan usaha, mengoptimalkan komoditas lokal, memperluas akses kebutuhan ekonomi, sekaligus membuka peluang usaha baru.
Jika dikelola sesuai potensi masing-masing desa, keberadaan Kopdes diharapkan tidak hanya memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mendorong desa di Kabupaten Sanggau tumbuh lebih mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada pusat-pusat ekonomi di perkotaan.(Andi)
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment