Berkah Ramadan, 49 Keluarga Prasejahtera di Kalbar Dapat Listrik Gratis PLN
SINGKAWANG, insidepontianak.com — Sebanyak 49 keluarga prasejahtera di Kalimantan Barat akhirnya menikmati sambungan listrik gratis dari PLN.
Bantuan diberikan melalui program Light Up The Dream (LUTD). Menjadi kado istimewa bagi penerima manfaat di bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Penyalaan listrik dilakukan serentak di sejumlah wilayah. Kegiatan dipusatkan di Desa Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara, pada Rabu (3/3/2026).
Program ini memberi harapan bagi warga yang selama ini belum memiliki listrik sendiri.
Salah satunya dirasakan Jeki (23), buruh tani di desa tersebut.
Jeki tampak haru saat lampu di rumah papan miliknya akhirnya menyala. Cahaya listrik kini menerangi rumah yang sebelumnya gelap.
Selama tiga tahun terakhir, ia dan keluarganya menumpang listrik dari tetangga. Aliran itu hanya cukup untuk menyalakan lampu pada malam hari.
Kini rumahnya memiliki sambungan listrik sendiri. Ia berharap listrik itu membantu meningkatkan ekonomi keluarganya.
“Alhamdulillah, sekarang rumah kami sudah terang. Saya juga bisa mulai usaha kecil pengolahan talas dari rumah,” ujar Jeki.
Light Up The Dream merupakan gerakan sosial pegawai PLN. Program ini dimulai sejak 2020 melalui donasi sukarela.
Pegawai PLN menyisihkan sebagian penghasilannya. Dana tersebut digunakan membantu keluarga prasejahtera memperoleh listrik.
Hingga kini lebih dari 1.177 keluarga di Kalimantan Barat telah menerima manfaat. Bantuan diberikan dalam bentuk sambungan listrik gratis.
Lurah Setapuk Besar, Supriadi, mengapresiasi kepedulian PLN kepada masyarakat. Ia menilai listrik memberi dampak besar bagi kehidupan warga.
“Listrik tidak hanya menerangi rumah. Tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.
General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, mengatakan program ini lahir dari kepedulian insan PLN. Tujuannya membantu masyarakat yang belum menikmati listrik.
“Light Up The Dream adalah wujud gotong royong pegawai PLN. Kami ingin listrik meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Menurut Maria, akses listrik menjadi fondasi penting pembangunan sosial dan ekonomi. Dengan listrik mandiri, masyarakat dapat lebih produktif.
Ia berharap program ini membawa keberkahan bagi warga. Terutama di bulan Ramadan yang penuh makna.
“Semoga bantuan ini memberi harapan baru bagi keluarga penerima manfaat untuk kehidupan yang lebih baik,” tutup Maria.***
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment