Dirut Raih Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas 2025
JAKARTA, insidepontianak.com – Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, meraih penghargaan Green Leadership PROPER 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Ini menjadi penghargaan ketiga yang diraihnya. Sekaligus menegaskan konsistensi kepemimpinan dalam mendorong transformasi hijau di tubuh PLN.
Tak hanya itu, sepanjang 2025, PLN juga telah memborong 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau.
Capaian ini mencerminkan keberhasilan perusahaan plat merah itu dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.
Ia mengapresiasi para pemimpin perusahaan yang dinilai berkontribusi dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan.
“Komitmen yang dilakukan perusahaan berperan dalam efisiensi sumber daya, pencegahan pencemaran, hingga mendorong ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hanif, PROPER menjadi kompas bagi dunia usaha dalam menjalankan prinsip ekonomi hijau. Sekaligus mendorong perusahaan melampaui standar kepatuhan lingkungan.
Sementara itu, Darmawan Prasodjo menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima PLN.
“Bagi PLN, PROPER bukan sekadar kepatuhan, tetapi akselerasi transformasi. Komitmen kami menghadirkan listrik andal yang ramah lingkungan dan memberi nilai bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam lima tahun terakhir, PLN terus mempercepat transisi energi bersih. Langkah ini dilakukan melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), penurunan emisi, serta pengolahan limbah bernilai ekonomi.
PLN juga memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sekaligus mempercepat target Net Zero Emissions 2060.
Upaya dekarbonisasi terus dijalankan. Sepanjang 2021 hingga 2025, reduksi emisi meningkat dari 12,9 juta ton CO2 menjadi 51,1 juta ton CO2.
Pengembangan energi baru terbarukan juga terus digenjot. Hingga 2025, kapasitasnya mencapai sekitar 9,4 gigawatt.
Di sisi lain, PLN mengembangkan energi hidrogen hijau. Sejak 2023, Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia dioperasikan di PLTGU Muara Karang, Jakarta.
Setahun berikutnya, PLN menghadirkan GHP berbasis panas bumi pertama di Asia Tenggara di PLTP Kamojang, Jawa Barat.
Kini, pengembangan hidrogen hijau telah tersebar di 22 lokasi di Indonesia. Total kapasitasnya mencapai 203 ton per tahun.
Ke depan, pemanfaatan hidrogen hijau akan terus diperluas. Mulai dari co-firing PLTU, bahan bakar transportasi ramah lingkungan, hingga kebutuhan industri.
“Harapannya, inisiatif ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan mendukung pembangunan nasional,” pungkas Darmawan.***
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo/UIP/biz
Editor : -
Tags :

Leave a comment