Iran Sebut AS Eksploitasi Dukungan Resolusi Selat Hormuz
KANADA, insidepontianak.com – Misi tetap Iran untuk PBB menyebut Amerika Serikat mengeksploitasi dukungan internasional terhadap rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Selat Hormuz.
Tudingan itu disampaikan Iran melalui unggahan di akun media sosial X pada Jumat (15/5/2026).
Iran menilai AS sengaja memanfaatkan dukungan sejumlah negara terhadap rancangan resolusi tersebut untuk membangun kesan seolah dunia internasional mendukung langkah Washington terhadap Teheran. Rancangan resolusi itu dinilai bermotif politik dan bersifat sepihak.
“Kini sudah sangat jelas AS berupaya mengeksploitasi dukungan untuk menciptakan citra palsu seolah ada dukungan internasional luas terhadap tindakan ilegal yang sedang berlangsung,” tulis misi tetap Iran untuk PBB.
Iran juga menganggap langkah AS membuka peluang terjadinya aksi militer lanjutan di kawasan Teluk.
Sebelumnya, AS bersama Bahrain serta sejumlah negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dan Qatar mengumumkan rancangan resolusi terkait kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Teheran memperingatkan negara-negara pendukung inisiatif pimpinan AS itu bisa ikut bertanggung jawab jika situasi kawasan kembali memanas.
“Jika AS memicu eskalasi baru, maka seluruh negara pendukung akan berbagi tanggung jawab internasional bersama Washington atas konsekuensi tersebut,” demikian pernyataan Iran.
Iran juga menegaskan tidak ada alasan politik maupun perlindungan diplomatik yang dapat membebaskan negara-negara tersebut dari tanggung jawab karena dianggap memfasilitasi dan melegitimasi agresi AS.
Ketegangan di kawasan masih tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan itu memicu balasan Iran terhadap Israel dan sekutu AS di negara-negara Teluk. Situasi turut diperparah dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu. Meski begitu, AS tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju dan keluar dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz. (ant)***
Penulis : Antara
Editor : -
Tags :

Leave a comment