Kalbar Borong Dua Penghargaan di Ajang Pemda Berprestasi dari Kemendagri
BALIKPAPAN, insidepontianak.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menorehkan capaian penting. Kinerja pembangunan yang stabil sepanjang 2025 hingga awal 2026 berbuah dua penghargaan bergengsi dari Kementerian Dalam Negeri.
Kalbar meraih Terbaik I tingkat provinsi pada kategori Entrepreneur Government melalui pembiayaan kreatif (creative financing) tahun 2026.
Tak hanya itu, Kalbar juga menyabet Terbaik I kategori pengendalian inflasi daerah se-Kalimantan. Penghargaan tersebut diterima langsung Gubernur Kalbar, Ria Norsan, pada ajang Awarding Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Kalimantan 2026.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyerahkan penghargaan itu di Platinum Hotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa malam (5/5/2026).
Dalam sambutannya, Tito menegaskan peran Kemendagri sebagai pembina dan pengawas pemerintah daerah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.
Ia menyebut, sistem pemerintahan Indonesia tidak sepenuhnya otonom. Pemerintah pusat tetap memiliki instrumen untuk mengendalikan daerah.
“Kita punya kewenangan yang diatur undang-undang untuk memastikan daerah tetap terkendali,” ujarnya.
Gubernur Ria Norsan menegaskan, capaian ini bukan sekadar prestasi administratif. Menurutnya, penghargaan tersebut adalah hasil kerja bersama.
“Ini menjadi motivasi bagi pemerintah dan masyarakat Kalbar. Keberhasilan ini milik kita bersama,” katanya.
Ia menyoroti keberhasilan pengendalian inflasi sebagai capaian utama. Pada 2025, inflasi Kalbar tercatat rendah, hanya 1,85 persen dan berada di zona aman.
Memasuki awal 2026, inflasi sempat naik ke kisaran 3,0 hingga 3,3 persen. Kenaikan itu dinilai bersifat musiman, dipicu momentum hari besar seperti Natal dan Tahun Baru, Ramadan, Idulfitri, Imlek, dan Cap Go Meh.
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemprov Kalbar menjalankan berbagai langkah konkret. Mulai dari Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, hingga percepatan distribusi beras SPHP.
Pemantauan harga juga dilakukan langsung oleh kepala daerah ke pasar rakyat. Selain itu, penguatan logistik pangan digencarkan melalui kolaborasi dengan Bulog dan Bapanas.***
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -
Tags :

Leave a comment