Jelang MTQ ke-32 Kalbar di Kayong Utara, Pemda Didesak Bereskan Masalah Air Bersih
KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Kabupaten Kayong Utara ditunjuk menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-32 tingkat Provinsi Kalbar 2026.
Perhelatan akbar itu dijadwalkan berlangsung pada Agustus ini. Artinya, tinggal menghitung hari. Pemerintah daerah terus mematangkan persiapannya.
Namun, publik mengingatkan agar persiapan tak cuma fokus pada penyajian kemegahan panggung. Pembenahan pelayanan dasar harus jadi prioritas.
Persoalan krisis air bersih wajib dibereskan. Jangan sampai para peserta dan tamu yang datang kesulitan mandi selama MTQ berlangsung.
“Ini harus menjadi perhatian serius," tegas pemerhati kebijakan publik Kabupaten Kayong Utara, Abdul Khaliq, Selasa (21/7/2026).
Karena itu, ia mendesak proyek pembangunan sarana air bersih yang menyerap anggaran besar segera dimaksimalkan. Kepala daerah diminta tegas memberi kepastian.
"Publik berhak tahu. Kapan persoalan ini benar-benar selesai?" ujarnya.
Menurut Khaliq, MTQ Kalbar 2026 harus jadi momentum percepatan perbaikan layanan publik mengingat ribuan tamu akan datang di Tanah Kayong.
Selain air bersih, lampu penerangan jalan juga mendesak dibenahi sehingga tidak ada lagi titik strategis yang gelap saat malam.
"Penerangan jalan harus jadi bagian program berkelanjutan," katanya.
Dan yang tak kalah penting, penataan tempat pembuangan sampah di Taman Kota Sukadana juga mesti dilakukan. Sebab, lokasi tersebut menjadi wajah ibu kota Kayong Utara.
"Taman kota itu ruang publik. Masyarakat ingin menikmati lingkungan yang bersih, bukan disambut bau sampah dan pemandangan kumuh," kritiknya.
Terakhir, ketersediaan BBM jenis Pertalite diminta dipastikan, serta harganya wajib mematuhi aturan pemerintah.
"Jangan sampai warga maupun tamu yang datang nanti kesulitan dapat BBM," lanjut Khaliq.
Ia berharap MTQ Kalbar 2026 di Kayong Utara tidak sekadar jadi ajang syiar Islam, tetapi harus berdampak luas dan menjadi pemicu pembenahan pelayanan publik.
"Keberhasilan MTQ bukan cuma diukur dari megahnya acara, tapi dari kualitas pelayanan publiknya," pungkasnya.***
Penulis : Fauzi
Editor : -
Tags :

Leave a comment