Handsball yang Dipersoalkan PS Kubu Raya Komisi Wasit: Final Liga 4 Kalbar Dinilai “Clear”
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Laga final Liga 4 Piala Gubernur Kalimantan Barat antara PS Kubu Raya kontra Persiwah Mempawah masih menyisakan perdebatan.
Sorotan publik mengarah pada satu momen di kotak penalti Persiwah yang diklaim pendukung PS Kubu Raya sebagai handsball (pelanggaran mengenai tangan).
Komisi Wasit Asprov PSSI Kalbar, Bardan memastikan tidak ada pelanggaran dalam kejadian tersebut.
Menurutnya, wasit Heru dari PSSI Kabupaten Kayong Utara yang memimpin pertantingan itu telah menjalankan tugasnya dengan baik.
“Dua kali empat puluh lima menit itu bisa diselesaikan. Ini nilai plus untuk wasit. Pertandingan berjalan aman,” ujar Bardan, Senin (9/2/2026).
Ia mengakui, tensi tinggi dalam partai puncak memicu reaksi dari pemain maupun ofisial.
Namun, hal itu tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kesalahan dalam kepemimpinan wasit.
“Kalau tim bereaksi itu wajar. Final memang selalu panas. Tapi dari sisi wasit, tidak ada masalah,” katanya.
Viralnya video insiden di lini pertahanan Persiwah membuat polemik semakin membesar.
Akan tetapi, Bardan menegaskan sudut pengambilan gambar tidak menggambarkan kejadian secara utuh.
Komisi Wasit PSSI Kalbar, katanya, sudah meminta keterangan langsung dari Referee Assesor dan wasit Heru yang berdiri tepat menghadap kejadian.
“Wasit melihat jelas. Bola kena badan dulu, baru memantul. Tangan pemain mengayun ke belakang. Jadi clear, bukan handsball,” tegas Bardan.
Ia menambahkan, keputusan di lapangan diambil berdasarkan pandangan langsung wasit, bukan dari potongan video yang hanya memperlihatkan satu sudut.
Di samping itu, Bardan menyampaikan bahwa pihaknya tetap membuka ruang evaluasi menyusul kritik yang datang dari berbagai pihak dan menyampaikan permohonan maaf bila kinerja wasit masih kurang dalam kompetisi liga 4 ini
“Kami berterima kasih atas kritik yang disampaikan. Ini jadi bahan kami untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.
Bardan juga menegaskan keterbatasan peran PSSI Kalbar dalam pembinaan wasit. Secara struktural, wasit berada di bawah PSSI Kabupaten dan PSSI Kota, sementara PSSI Provinsi hanya berperan memberi edukasi dan pengembangan SDM
“Kami hanya bisa memberikan education, dan masukan-masukan terhadap peningkatan SDM seperti Zoom meeting, soal revisi law of the game, knowledge & undestanding football” pungkasnya.
Sebelumnya, publik menyoroti profesionalitas wasit pada ajang Liga 4 Piala Gubernur Kalimantan Barat, musim 2025-2026.
Kritik muncul usai laga final yang mempertemukan PS Kubu Raya kontra Persiwah Mempawah, yang berlangsung di Gor SSA Pontianak, Minggu (8/2/2026).
Dalam pertandingan tersebut, PS Kubu Raya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2. Persiwah menang menyakinkan. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment