Terminal Kijing Disiapkan Jadi Simpul Logistik Strategis, Pemprov Kalbar Masih Cari Investor Jalan Tol
PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalbar Ria Norsan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong operasional Terminal Kijing agar berjalan maksimal.
Pelabuhan ini diproyeksikan menjadi pintu dagang internasional Kalbar. Posisinya strategis. Kapasitasnya besar. Namun akses penunjang belum sepenuhnya siap. Termasuk infrastruktur jalan belum memadai.
“Pemerintah Provinsi Kalbar akan berupaya mencari investor untuk pembangunan jalan tol,” kata Ria Norsan usai menerima kunjungan Direktur Utama PT Pelindo, Achmad Muchtasyar, Jumat kemarin.
Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi. Agenda utamanya: memperkuat peran pelabuhan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Terminal Kijing didorong menjadi simpul ekspor, pusat distribusi logistik, dan penghubung Kalbar ke pasar nasional maupun global.
Norsan menyebut sudah ada sejumlah calon investor yang menyatakan berminat membangun infrastruktur pendukung.
Namun, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri untuk mendorong percepatan penyediaan fasilitas itu. Perlu kolaborasi.
“Dengan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan Pelindo, potensi besar ini harus dimanfaatkan sepenuhnya,” tegasnya.
Direktur Utama PT Pelindo, Achmad Muchtasyar, menilai Terminal Kijing bukan hanya penting bagi Kalbar. Tapi perannya strategis secara nasional.
Sebab pelabuhan, adalah motor ekonomi. Di sanalah arus ekspor dan impor bertumpu. Jika konektivitas lancar, industri bergerak. Investasi masuk. Lapangan kerja terbuka.
“Namun pelabuhan ini perlu dukungan akses jalan yang memadai, terutama untuk pergerakan peti kemas,” ujarnya.
Ia optimistis minat investor yang mulai tumbuh dapat mempercepat pembangunan akses tersebut. Dukungan politik daerah dinilai menjadi faktor penentu.
General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, memastikan peningkatan layanan terus dilakukan. Dari sisi bongkar muat. Kesiapan alat. Hingga digitalisasi sistem.
Terminal Kijing memiliki kedalaman alur dan kapasitas yang mampu menampung kapal besar. Potensi ada. Infrastruktur dasar tersedia. Yang dibutuhkan kini adalah keberanian menuntaskan konektivitas.
Menurut Yanto, jika akses jalan representatif dan sinergi lintas sektor terjaga, Terminal Kijing akan lebih kompetitif. Industri akan tertarik. Volume ekspor komoditas unggulan Kalbar meningkat. Konektivitas global menguat.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret mendorong percepatan optimalisasi Terminal Kijing. Sinergi pemerintah daerah dan Pelindo menjadi kunci.***
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -
Tags :

Leave a comment