Wabup Kubu Raya Minta Dugaan Penganiayaan Siswa di SMA Taruna Diproses Hukum
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Dugaan penganiayaan melibatkan sejumlah siswa di asrama SMA Taruna Bumi Khatulistiwa mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
Kasus yang ramai diperbincangkan di media sosial itu dinilai harus ditangani serius. Tujuannya agar memberi efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang.
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menegaskan jika dugaan penganiayaan tersebut terbukti, maka proses hukum harus berjalan.
“Ini tentu harus diproses agar ada efek jera,” ujar Sukiryanto, Senin (9/3/2026).
Informasi yang beredar menyebutkan, sebanyak 14 siswa kelas XI diduga mengalami kekerasan dari kakak tingkat mereka. Tujuh siswa sudah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di asrama sekolah pada akhir Februari 2026, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
Sukiryanto menyayangkan praktik perpeloncoan masih terjadi di lingkungan sekolah berasrama. Padahal, asrama seharusnya menjadi tempat yang aman bagi siswa menjalani pendidikan.
Menurutnya, para orang tua telah mempercayakan anak-anak mereka kepada pihak sekolah maupun yayasan untuk dibina dan dijaga selama berada di lingkungan asrama.
“Artinya, keamanan mereka harus benar-benar diperhatikan,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan di lingkungan sekolah, terutama di area asrama. Pengelola sekolah diminta memperkuat sistem pengawasan agar kekerasan antar siswa bisa dicegah.
Salah satu langkah yang disarankan adalah penyediaan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik di lingkungan asrama.
“Sekolah berasrama harus ada pengawasan. Paling tidak ada CCTV di area tempat anak-anak berada,” jelasnya.
Sukiryanto menilai kekerasan antar siswa kerap terjadi di luar kegiatan resmi sekolah. Karena itu, pengawasan setelah aktivitas belajar juga perlu diperketat.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap pihak sekolah segera melakukan evaluasi terhadap sistem pembinaan dan pengawasan siswa, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.***
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment