Tarif Arus Balik Speed Boat Padang Tikar-Rasau Masih Tinggi, Meski BBM Normal
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Arus balik mudik Lebaran di wilayah pesisir Kabupaten Kubu Raya di keluhan masyarakat, khususnya trayek (lintasan) Padang Tikar-Rasau.
Pasalnya, harga tiket speed boat trayek Padang Tikar–Rasau hingga kini masih tinggi dan belum juga mengalami penurunan, meski harga bahan bakar minyak (BBM) disebut telah kembali normal.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga yang bergantung pada transportasi laut sebagai satu-satunya akses mobilitas wilayah pesisir, terutama saat arus balik usai perayaan Hari Raya Idulfitri.
Ary, warga Desa Padang Tikar misalnya, ia mengatakan kenaikan tarif sebesar Rp160 ribu hingga Rp200 ribu terjadi sejak menjelang Lebaran masih diberlakukan hingga saat ini.
Sebagaimana diketahui, harga normal speed boat trayek Padang Tikar-Rasau biasanya hanya Rp130 ribu. Kenaikan itu dinilai sangat memberatkan calon penumpang.
“Kami sebagai calon pengguna transportasi speed boat trayek Padang Tikar–Rasau menyampaikan keberatan atas kenaikan harga tiket," kata Ary, Selasa (24/3/2026).
Ia mengungkapkan, bahwa sekarang memasuki arus balik mudik, jadi masyarakat sangat membutuhkan transportasi dengan tarif yang wajar.
Menurutnya, masyarakat pesisir tidak memiliki banyak pilihan transportasi selain jalur laut, sehingga lonjakan tarif berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kebutuhan harian warga.
Karena itu, ia mendesak Dinas Perhubungan segera turun tangan melakukan pengawasan serta penegakan aturan terhadap operator yang menaikkan tarif secara sepihak.
“Kami berharap pemerintah memastikan tarif kembali normal sesuai ketentuan, supaya masyarakat tetap mendapatkan akses transportasi yang adil dan terjangkau,” tegasnya.
Senda dengan itu, salah satu warga Desa Batu Ampar yang enggan disebut namanya, menilai pihak terkait kerap baru hadir setelah muncul polemik di masyarakat.
“Kalau sudah ribut baru pihak terkait turun jadi penengah," katanya.
Ia berharap, ada tindakan nyata dari petugas perhubungan untuk menertibkan harga tiket.
"Harapan kami sederhana, ongkos bisa kembali normal,” ungkapnya.
Warga mempertanyakan alasan tarif yang masih tinggi, sementara pasokan BBM disebut sudah stabil.
Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan pengawasan langsung di lapangan, terutama di momentum arus balik mudik yang mobilitas masyarakatnya meningkat signifikan.
Masyarakat pesisir berharap langkah cepat segera diambil agar trayek Padang Tikar–Rasau kembali berjalan dengan tarif normal, sehingga arus balik mudik dapat berlangsung lancar tanpa membebani penumpang. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment