HUT ke-19 Kubu Raya, Wagub Kalbar Soroti Beratnya Tantangan Membangun Daerah Kepulauan
KUBU RAYA, insidepontianak.com - Kabupaten Kubu Raya sudah menjejak usia 19 tahun, semenjak resmi terbentuk sejak 17 Juli 2027. Namun di balik bertambahnya usia itu, masih tersimpan tantangan besar yang harus diselesaikan.
Sebagai daerah dengan wilayah kepulauan dan didominasi lahan gambut, pembangunan infrastruktur hingga konektivitas antarpulau dinilai menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengatakan karakteristik geografis Kubu Raya membuat pembangunan membutuhkan pendekatan yang berbeda dibanding daerah lain.
Ia mengungkapkan, sekitar 80 persen wilayah Kubu Raya merupakan lahan gambut, sementara sebagian lainnya terdiri dari wilayah pesisir dan kepulauan yang tersebar.
“Kubu Raya memiliki banyak pulau, banyak laut, dan sebagian besar wilayahnya adalah lahan gambut. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang,” ujar Krisantus usai upacara peringatan HUT ke-19 di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, persoalan utama yang harus terus menjadi perhatian adalah pemerataan infrastruktur. Keterhubungan antarpulau menjadi faktor penting agar pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara merata.
“Infrastruktur dan konektivitas antarpulau menjadi tantangan yang sangat berat,” katanya.
Meski demikian, Krisantus optimistis tantangan tersebut dapat diatasi apabila pemerintah dan masyarakat berjalan bersama.
“Daerah ini tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja. Dibutuhkan semangat gotong royong dan dukungan seluruh masyarakat agar Kubu Raya semakin maju,” tuturnya.
Dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-19 Kabupaten Kubu Raya, Krisantus turut memberikan apresiasi atas perkembangan daerah yang dinilainya mampu bersaing dengan kabupaten lain yang usianya lebih tua.
Ia berharap, pemerintah daerah terus menghadirkan inovasi serta menjaga semangat kolaborasi dalam membangun daerah.
“Terus pertahankan inovasi dan kreativitas. Kemajuan Kubu Raya adalah bagian dari kemajuan Kalbar,” ucapnya.
Selain itu, Krisantus juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan masyarakat yang hidup dalam keberagaman. Menurutnya, Kalbar merupakan miniatur Indonesia karena dihuni berbagai suku dan budaya.
“Keberagaman ini harus terus dijaga dengan semangat toleransi agar Kalbar, termasuk Kubu Raya, tetap aman, harmonis, dan terus berkembang,” pungkasnya.***
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment