Menyemai Harapan di Desa Durian: Saat PLN Hadirkan Warna Baru bagi Mimpi Anak-Anak
KUBU RAYA, insidepontianak.com — Suasana PAUD Desa Durian, Kecamatan Ambawang, mendadak riuh penuh tawa. Ruang kelas yang tadinya sederhana kini tampak lebih berwarna.
Semua berawal dari kedatangan tim PT PLN (Persero) UIP Kalimantan Bagian Barat melalui UPP Kalbagbar 1 pada Senin (29/6/2026). Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan membawa misi pendidikan.
Bagi anak-anak Desa Durian, ruang kelas adalah dunia untuk bereksplorasi. Namun, keterbatasan sarana sering kali membatasi imajinasi mereka. Para guru pun harus memutar otak setiap hari agar anak-anak tetap semangat belajar di tengah minimnya alat peraga.
Melihat tantangan itu, PLN turun tangan. Tak cuma membagikan barang, mereka juga berbagi ilmu lewat sesi pelatihan guru. Suasana berlangsung cair. Para guru duduk melingkar bersama tim PLN untuk membedah metode pembelajaran kreatif.
Mereka belajar menyulap aktivitas sederhana menjadi permainan edukatif, mengelola kelas dengan ceria, hingga memantau perkembangan psikologis anak secara mendalam. Manajer UPP Kalbagbar 1, Muhammad Iqbal, menyebut momen ini melampaui tugas teknis perusahaan.
"Alat permainan hanyalah sarana, kuncinya ada di tangan guru. Saat melihat guru bersemangat mencoba metode baru dan mata anak-anak berbinar, kami sadar tugas kami bukan cuma membangun jaringan listrik. Kami sedang menyalakan mimpi mereka," ujar Iqbal.
Senada dengan Iqbal, General Manager PLN UIP Kalbagbar, Susilo, menegaskan bahwa kepedulian ini adalah inti kehadiran PLN di masyarakat.
"Kami ingin hadir tak hanya saat menyalakan lampu, tetapi juga saat mimpi anak-anak mulai tumbuh," ungkap Susilo.
Kini, kelas-kelas di PAUD Desa Durian terasa lebih hidup berkat gabungan pelatihan dan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE). Bagi PLN, langkah kecil ini adalah investasi jangka panjang untuk mendukung pendidikan berkualitas (SDGs Nomor 4), sekaligus memastikan masa depan generasi penerus di pelosok desa mulai menyala terang.***
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo/UIP/biz
Editor : -
Tags :

Leave a comment