Sehari, Hotspot di Kalbar Tembus 2.000 Titik, BMKG: Ancaman Karhutla Masih Tinggi Sepanjang September
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Barat meningkat tajam dalam sepekan terakhir. Menandakan kebakaran hutan dan lahan semakin masif.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan mencatat temuan hotspot di Kalbar bisa mencapai ribuan titik per hari yang tersebar di sejumlah daerah.
“Jumlah titik panasnya itu rata-rata dalam satu hari lebih dari 2.000 titik,” ungkap Ahli Madya Stasiun Meteorologi BMKG Kelas I Supadio, Tikno, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, disusul Kubu Raya, Kayong Utara, Sanggau, dan Sintang. Meluasnya karhutla otomatis meningkatkan paparan kabut asa yang ditimbulkan.
Situasi ini membuat kualitas udara memburuk. BMKG memantau tiga wilayah dengan tingkat pencemaran masuk level tidak sehat hingga berbahaya. Meliputi: Kubu Raya, Mempawah, dan Sintang.
Memburuknya kualitas udara di tiga daerah tersebut umumnya terjadi mulai dini hari hingga menjelang siang. Di Kubu Raya sendiri, kabut asap karhutla telah melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio akibat jarak pandang yang terbatas.
“Biasanya jarak pandang pendek ini dimulai dari pukul 05.00 WIB hingga setidaknya pukul 09.00 WIB,” ujarnya.
Bahkan pada Rabu (2/9/2026), jarak pandang di landasan pacu Bandara Supadio berada di bawah satu kilometer hingga pukul 13.00 WIB. Akibatya jadwal penerbangan terpaksa ditunda.
“Untuk hari ini, 3 September, jarak pandang pukul 08.00–09.00 WIB sudah mencapai sekitar satu kilometer,” jelas Tikno.
BMKG memperkirakan kondisi udara hari ini berpeluang membaik menjelang siang, sehingga potensi penundaan penerbangan tidak akan selama kemarin.
Di tengah lonjakan titik panas, potensi hujan untuk meredam karhutla pun diperkirakan masih sangat minim. Tikno mengungkapkan, peluang pembentukan awan hujan baru mulai muncul pada 3–9 September 2026
"Itu pun berpotensi terjadi di wilayah Kalbar bagian timur dan utara saja," ujarnya.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Kapuas Hulu, bagian utara Sintang, utara Landak, utara Bengkayang, dan utara Sanggau. Sementara Pontianak, Kubu Raya, dan sekitarnya baru berpeluang diguyur hujan ringan yang tidak merata sekitar 7–8 September.
“Intensitasnya belum banyak, kemudian juga tidak merata,” paparnya.
BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas lebih tinggi dan cakupan luas baru berpeluang terjadi pada pertengahan Oktober. Dengan kondisi ini, September diprediksi masih menjadi periode paling rawan karhutla di Kalbar.
“Selama September ini prediksi kami curah hujan secara umum di Kalimantan Barat masih sangat minim, sehingga potensi terjadinya karhutla masih akan terus berlangsung,” pungkas Tikno.***
Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment